Fimosis bayi – Pernahkah ada keluarga yang mengalami fimosis atau didiagnosis mengalami fimosis? Fimosis merupakan salah satu kelainan penis tersering yang dialami bayi laki-laki. Secara umum, fimosis merupakan kelainan pada kulup penis bayi di mana kulup sebegitu ketatnya sehingga tidak dapat ditarik ke belakang.

Untuk mengerti dan membahas tentang fimosis pada bayi, simak isi postingan berikut. Postingan langsung di tulis oleh dr. Andika Afriansyah, SpU. Dokter Andika adalah dokter spesialis urologi (dokter ahli saluran kencing) yang menamatkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Fimosis bayi
Fimosis pada bayi artinya ada kelainan di kulup penis bayi yang terlalu sempit sehingga kulup tak dapat ditarik ke belakang

Fimosis Bayi, Apa Pengertiannya?

Fimosis (phimosis) adalah suatu gambaran klinis berupa kulup penis yang disebut dengan preputium sulit ditarik sehingga kelenjar penis sulit terlihat. Kondisi ini sebenarnya normal dan terjadi alamiah pada anak laki-laki yang baru lahir.

Tetapi, fimosis menjadi suatu kelainan atau penyakit apabila struktur preputium tidak bisa ditarik setelah sebelumnya bisa, terjadi setelah pubertas, atau sebagai dampak dari adanya jaringan parut yang menyebabkan kulup penis mengeras.

Apakah fimosis bisa sembuh sendiri?

Lebih dari 3% laki-laki mengalami fimosis alamiah pada usia 3 tahun. Dari hasil studi gabungan ditemukan data bahwa fimosis terjadi pada 8% anak berusia 6-7 tahun, 6% pada anak usia 10-11 tahun, dan 1% pada anak laki-laki berusia 16-17 tahun.

Artinya apa? Fimosis pada anak yang kurang dari 3 tahun masih wajar dijumpai dan dapat sembuh sendiri seiring dengan panjang penis bertambah besar. Akan tetapi, jika fimosis masih dijumpai pada anak usia di atas 3 tahun, biasanya merupakan suatu kelainan dan sulit untuk sembuh.

Fimosis yang merupakan kelainan umumnya jarang terjadi pada anak berusia <5 tahun. Fimosis sedikit berbeda dengan parafimosis, di mana pada parafimosis kulup penis Anda tidak dapat kembali ke posisi semula setelah dibuka.

Hal ini dapat membuat kelenjar penis Anda terasa sangat sakit dan tertekan. Parafimosis juga dapat terjadi sebagai akibat dari fimosis yang berkembang karena penarikan kulup penis secara paksa. Kondisi ini dapat memburuk jika mengganggu aliran darah dan limfatik.

Parafimosis
Berbeda dengan fimosis, kelainan di atas bernama parafimosis di mana kulup yang terlanjur tertarik ke belakang tidak dapat dikembalikan ke depan

Fimosis Patologis – Fimosis pada Bayi yang Memerlukan Sunat

Pada fimosis yang menjadi suatu kelainan, terjadi pembentukan jaringan parut yang pucat dan menyempit di permukaan kulup penis. Hal ini seringkali disebabkan oleh balanitis xerotica obliterans (BXO), suatu kondisi berupa kulit yang bersisik atau balanopostitis, suatu peradangan pada kelenjar penis serta preputium.

Balanopositis
Komplikasi pada fimosis yang terinfeksi adalah radang pada kulup penis

Fimosis ini menjadi masalah apabila menimbulkan gejala-gejala sehingga mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.

Selain beberapa penyebab di atas, fimosis juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi kulit tertentu, seperti:

  • Eksim, suatu kondisi kulit yang kemerahan, kering, pecah-pecah, dan gatal
  • Psoriasis, ditandai dengan kulit merah, berkerak, serta bersisik
  • Liken planus, yaitu adanya ruam yang gatal dan non-infeksius
  • Liken sklerosus, yaitu adanya jaringan parut pada kulup penis maupun kelenjar penis yang bisa disebabkan oleh iritasi saluran kemih.

Faktor Risiko Terjadinya Fimosis pada Bayi

Fimosis lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan laki-laki remaja atau dewasa. Faktor lain yang dapat memicu terjadinya fimosis adalah luka, infeksi bakteri, atau kebersihan alat kelamin yang buruk.

Riwayat keluarga yang mengalami fimosis juga dapat meningkatkan risiko anak laki-laki Anda mengalami fimosis.

Ciri-ciri Anak Harus di Sunat

Gambaran gejala yang umumnya dikeluhkan penderita bayi fimosis dan harus di sunat berupa:

  • kulup bengkak seperti balon saat BAK (usia 2-4 tahun)
  • Nyeri saat ereksi
  • Kencing berdarah
  • Nyeri pada kulup penis
  • Aliran kencing melemah

Gejala lain yang mungkin ditemukan:

  • Infeksi saluran kemih berulang
  • Adanya cincin berserat putih di sekitar lubang kulup penis
  • kulup tidak dapat ditarik di atas kelenjar penis.
Ring fimosis
Tampak cincin putih keras melingkari kulup penis yang menandakan fimosis yang berat

Apabila Anda atau anak Anda mengalami gejala tersebut, khususnya pada usia dewasa, jangan ragu untuk menghubungi dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Contoh Kasus Fimosis, bagaimana Cara Dokter Mendiagnosis?

Pemeriksaan fisik untuk fimosis pada bayi dilakukan dengan melihat dan meraba langsung kulup penis. Sebelumnya, Dokter tentu akan menanyakan terlebih dahulu keluhan Anda atau anak Anda, melihat riwayat keluarga hingga riwayat penyakit Anda.

Setelah itu, dokter akan menilai apakah kulup penis Anda dapat dibuka sehingga memperlihatkan kelenjar penis. Dokter juga akan menilai tanda lain, seperti adanya cincin berserat putih jika dicurigai fimosis akibat penyakit atau kondisi tertentu.

Selain itu, dokter mungkin akan memastikan tanda dan gejala parafimosis, suatu kondisi yang lebih serius dari fimosis. Pada parafimosis, kulup penis Anda mungkin tidak dapat kembali ke posisi normal setelah ditarik.

Selain itu, dokter akan menemukan tanda berupa kulup penis membentuk cincin yang rapat dan menyempit di sekitar kelenjar penis, melemahnya batang penis, kelenjar penis yang memerah, dan udem kelenjar penis (membengkak akibat penumpukan cairan).

Pemeriksaan Lanjutan pada Bayi Fimosis

Pemeriksaan penunjang seperti tes laboratorium atau pencitraan (radiologi) umumnya tidak diperlukan. Pemeriksaan umumnya dilakukan jika fimosis pada bayi Anda memerlukan tindakan operasi sunat atau sirkumsisi.

Tetapi, biopsi kulit dari kulup penis mungkin disarankan untuk pemeriksaan jaringan kulit sebelum akan dilakukan operasi. Biopsi ini juga berguna untuk memastikan kelainan bukan sebuah kanker.

Pada pemeriksaan biopsi, dokter mungkin menemukan gambaran udem atau pembengkakan, peradangan kronis, fibrosis, serta kongesti pembuluh darah.

Pengobatan Fimosis

Fimosis pada bayi sebenarnya bukan merupakan kondisi emergensi yang memerlukan penanganan darurat. Kondisi Anda menjadi darurat apabila mengalami parafimosis, sehingga Anda disarankan untuk dirujuk kepada ahli urologi dan mendapat penanganan segera.

Metode Sunat Untuk Fimosis

Pengobatan utama fimosis dan parafimosis adalah sunat atau operasi preputioplasti untuk memperbaiki kondisi kulup penis. Sunat menjadi pengobatan pilihan, khususnya bagi anak-anak.

Anda mungkin akan dijelaskan terlebih dahulu dan dimintai persetujuan terkait prosedur operasi yang akan dilakukan. Pada tata laksana operasi, dokter mungkin akan memberikan obat bius lokal untuk mengurangi nyeri pada area penis Anda.

Salep Untuk Fimosis pada Bayi

Adapun tata laksana dengan obat-obatan untuk fimosis bayi yang umumnya dilakukan adalah pemberian obat steroid topikal berbentuk krim, salep berminyak, atau gel pada lubang kulup penis. Obat ini dapat membantu melunakkan kulit preputium Anda sehingga lebih mudah dibuka.

Pemberian obat ini diketahui memberi hasil yang baik pada 95% penderita fimosis dan membantu menurunkan biaya sebesar 27,3% dibandingkan dengan tata laksana langsung melalui sunat.

Adapun jika Anda mengalami parafimosis, dokter mungkin memberikan obat berupa manitol diuretik osmotik yang dituangkan ke kassa, kemudian diletakkan di atas kulup penis Anda selama 30-45 menit.

Bagaimana Jika Fimosis pada Bayi Tidak Diobati?

Baik fimosis bayi maupun parafimosis yang tidak diobati dapat menimbulkan kondisi berupa:

  • Kekambuhan
  • Postritis atau pembengkakan kulup penis
  • Nekrosis atau gangren, yaitu kondisi jaringan pada kelenjar penis mati
  • Autoamputasi

Dalam beberapa kasus penderita fimosis yang menjalani sunat ditemukan sebagian orang terinfeksi virus HPV. Selain itu, pada penderita fimosis yang mengalami diabetes melitus juga dapat terjadi fisura preputium.

Cara Membersihkan Kulup Bayi

Menjaga kebersihan diri dan alat kelamin penting untuk mencegah Anda mengalami fimosis. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

  • Membersihkan penis secara perlahan dan rutin setiap hari dengan air hangat ketika mandi
  • Tarik perlahan kulup penis Anda dan bersihkan bawahnya dengan air mengalir
  • Jangan menarik kulup bayi atau anak laki-laki karena dapat menimbulkan nyeri dan kondisi lebih berbahaya
  • Gunakan sabun tanpa pewangi dan lembut untuk mengurangi risiko terjadinya iritasi pada kulit kelamin Anda
  • Hindari penggunaan bedak maupun deodoran pada penis Anda
  • Melakukan sunat untuk membuang kulup penis.

Referensi