Operasi Hipospadia – Pernahkah kamu mendengar kelainan hipospadia? Atau ada keluarga yang mengalami penyakit ini. Hipospadia biasanya harus dioperasi karena bentuk penis anak yang memiliki penyakit ini tak normal.

Perlu penanganan yang tepat, khususnya oleh dokter ahli urologi sub-spesialistik anak (pediatrik) agar hasil operasi hipospadia maksimal.

operasi hipospadia
Kenali bentuk penis anak laki-laki Anda, jangan sampai ada kelainan hipospadia

Buat kamu yang mencari informasi mengenai hipospadia, silakan simak postingan di bawah ini

Mengenali hipospadia, kelainan bawaan bentuk penis

Hipospadia adalah suatu kelainan bawaan dari struktur alat kelamin pria urutan kedua yang paling umum terjadi.

Kelainan ini ditandai dengan berpindahnya letak lubang kencing atau saluran keluarnya urine, kelengkungan penis, serta kulup berlebih di bagian sisi kepala penis. Penis juga biasanya memendek dan melengkung ke depan (chordee).

Kelainan ini diperkiraan terjadi ketika perkembangan janin terutama perkembangan saluran kemih bawah, yakni pada usia kehamilan 8-20 minggu. Hipospadia ini terjadi pada 1 dari 200 kelahiran hidup laki-laki dan sebagian besar mendapatkan penanganan melalui tindakan operasi.

Pengobatan hipospadia dengan operasi umumnya berhasil dengan pemberian bius modern, alat operasi, jahitan, bahan pembalut, serta antibiotik yang tepat.

Sejarah kelainan hipospadia dan kemajuan teknik operasi

Literatur medis pertama yang menggunakan istilah hipospadia dianggap berasal dari Galen pada abad kedua masehi. Pada milenium pertama, pengobatan pertama untuk kasus hipospadia adalah amputasi penis.

Selanjutnya, seiring dengan kemajuan perkembangan alat bedah, inovasi bahan jahitan, serta mulai dikenalnya anestesi atau pembiusan, maka metode bedah untuk hipospadia mengalami perbaikan. Hingga saat ini, terdapat lebih dari 300 tipe berbeda dari perbaikan struktur penis untuk kasus hipospadia dalam berbagai literatur medis.

Penyebab terjadinya hipospadia pada bayi

Sejauh ini sebagian besar kasus hipospadia belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, diperkirakan faktor genetik, hormonal, serta lingkungan mempengaruhi terjadinya kelainan ini.

Anak laki-laki yang memiliki ayah atau saudara kandung dengan hipospadia terdapat kemungkinan untuk mengalami hipospadia. Pengaruh hormonal, khususnya gangguan dalam pembentukan hormon testosteron juga dapat memicu terjadinya kelainan ini.

Gangguan pembentukan hormon ini mungkin terjadi akibat mutasi pada enzim yang berperan. Faktor-faktor tersebut menyebabkan penutupan penis saat pembentukan embrio janin tidak terjadi secara lengkap.

Faktor risiko memiliki anak hipospadia

Beberapa faktor penting yang meningkatkan risiko Anda memiliki bayi laki-laki dengan hipospadia:

  • Usia ibu 35 tahun ke atas
  • Ibu dengan obesitas
  • Wanita yang menggunakan alat atau teknologi tertentu untuk membantu kehamilan
  • Konsumsi hormon tertentu sebelum atau selama kehamilan

Jenis Hipospadia

operasi hipospadia
Jenis hipospadia anak tergantung letak lubang kencingnya. Operasi hipospadia makin sulit jika lubang kencing makin ke pangkal

Hipospadia umumnya dikelompokkan menjadi tiga jenis, didasarkan kepada lokasi struktur meatus atau bukaan saluran kemih. Klasifikasi tersebut mencakup:

Hipospadia depan (anterior)

Hipospadia bagian depan artinya bukaan saluran kemih yang terletak di sisi bawah-depan penis dan terbagi lagi atas glanular serta subcoronal. Jenis hipospadia subcoronal memiliki ciri pembukaan (lubang) saluran kemih di dekat kepala penis.

Hipospadia tengah/media

Hipospadia bagian tengah, atau media terbagi lagi atas penis distal, poros tengah (midshaft), dan penis proksimal. Pada hipospadia midshaft, letak pembukaan saluran kemih di area sepanjang batang penis.

Hipospadia posterior

Hipospadia tipe belakang (posterior) terbagi atas bukaan saluran kemih yang terletak di penoskrotal, skrotum, dan perineum. Pada hipospadia penoskrotal, pembukaan saluran kemih berada di pertemuan penis dan skrotum.

Gejala Hipospadia

Gejala hipospadia umumnya dapat dilihat secara tampilan fisik dengan 3 kelainan utama:

  • bukaan saluran kemih (lubang kencing) terletak abnormal, yakni di area bawah penis hingga skrotum
  • Penis melengkung
  • penyemprotan urine yang tidak normal
  • struktur kulup atau kulit penutup penis abnormal

Apabila gejala tersebut tampak pada bayi atau anak laki-laki Anda, jangan ragu untuk segera memeriksakan ke dokter. Jika tidak segera ditangani, hipospadia dapat menimbulkan permasalahan atau gejala saat dewasa berupa:

  • kesulitan saat berhubungan seksual
  • kesulitan buang air kecil dengan posisi berdiri
  • gangguan kesuburan karena gagalnya penis masuk ke dalam vagina

Apakah hipospadia bisa mempunyai keturunan

Secara prinsip, hipospadia bisa memiliki keturunan asalkan tidak ada kelainan lain yang membuat sperma rusak. Tidak terdapat hubungan antara adanya hipospadia dan kualitas sperma.

Untuk hipospadia yang berat, penis tidak dapat masuk ke vagina sehingga saat hubungan sexual, sperma tak dapat tersemprot ke dalam vagina secara maksimal. Inilah mengapa hipospadia harus dioperasi.

Jadi, bukan hanya masalah bentuk penis, tetapi fungsi penis untuk reproduksilah yang penting dan menjadi alasan hipospadia harus dioperasi

Diagnosis Hipospadia

Hipospadia dapat diketahui sejak dokter melakukan skrining bayi Anda setelah mereka lahir. Dokter juga akan menanyakan riwayat keluarga Anda yang mengalami hipospadia, riwayat konsumsi obat sebelum dan selama kehamilan, juga komorbiditas atau penyakit penyerta yang dimiliki anggota keluarga. 

Pada pemeriksaan fisik, dokter akan melihat lokasi dari meatus atau bukaan saluran kemih, konfigurasi penis, kulit penutup pada penis, serta kelengkungan penis.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan, bahkan saat anak Anda masih di dalam kandungan adalah dengan pemeriksaan USG.

Selain itu, pencitraan MRI juga dapat menjadi alternatif  yang direkomendasikan oleh dokter. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi adanya kelainan bentuk pada ginjal dan saluran kemih lainnya.

Pada kasus testis yang tidak turun, baik satu sisi maupun keduanya, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan hormon untuk mengevaluasi adanya gangguan perkembangan seksual.

Persiapan operasi hipospadia anak dan bayi

Sebelum melakukan operasi, dokter akan memeriksa kondisi alat kelamin Anda atau anak laki-laki Anda, mencakup:

  • Lokasi bukaan saluran kemih
  • Adanya penis melekung serta derajat kelengkungan penis
  • Kualitas pelat uretra, mencakup lebar dan kedalamannya
  • Ukuran kelenjar alat kelamin
  • Kelainan pada skrotum
  • Adanya kulup atau kulit penutup penis
  • Panjang penis.

Terapi hormonal sebelum operasi operasi

Sebelum operasi, dokter mungkin akan memberikan stimulasi androgen berupa testosteron sistemik atau topikal, DHT, serta hormon hCG yang akan menstimulasi ukuran penis sebelum operasi.

Beberapa ahli bedah memperbaiki struktur alat kelamin Anda atau anak Anda dengan penggunaan stent. Sebelum dan setelah operasi, dokter tentu akan melakukan pembiusan untuk mengurangi rasa sakit.

Prosedur operasi untuk perbaikan hipospadia tersedia dalam berbagai pilihan yang menyesuaikan kelainan struktur serta harapan yang Anda inginkan.

Dalam beberapa kondisi, operasi dilakukan secara bertahap. Operasi sebaiknya dilakukan oleh ahli urologi anak yang kompeten mengingat perbaikan struktur penis dengan operasi ini tergolong sulit.

Operasi hipospadia bayi

Pengobatan utama untuk hipospadia sebenarnya adalah operasi pada penis. Operasi ini biasanya dilakukan saat anak berusia 3-18 bulan. Tujuan dilakukannya operasi utamanya:

  • Struktur penis menjadi lurus dan lubang saluran kemih membentuk celah yang memadai di ujung penis
  • Penis berbentuk kerucut dengan konfigurasi ulang
  • Memperbaiki struktur kulit penutup penis menjadi lengkap secara melingkar dan mudah untuk ditarik, sehingga anak laki-laki dengan hipospadia umumnya tidak diperbolehkan disunat
  • Memperbaiki tampilan alat kelamin dan fungsi normal saluran kemih

Berbagai macam teknik operasi hipospadia, bahkan di literatur kedokteran sampa lebih dari 300 teknik operasi hipospadia tersedia di dunia kesehatan urologi. Secara garis besar, operasi hipospadia terdiri dari

  • Operasi hipospadia satu tahap. Operasi hipospadia satu tahap artinya anak hanya menjalani saktu kali operasi. Biasanya operasi satu tahap dikerjakan untuk hipospadia yang tidak terlalu berat dimana penis tidak terlampau bengkok dan lubang penis masih dekat ke ujung penis
  • Operasi hipospadia dua tahap. Tipe operasi ini biasanya mengharuskan anak operasi dua kali. Digunakan untuk anak yang memiliki hipospadia yang lebih berat di mana lubang kencingnya semakin ke pangkal penis

Komplikasi operasi hipospadia

Operasi hipospadia dapat menimbulkan beberapa komplikasi atau gangguan di kemudian hari, di antaranya:

  • Fistula pada lapisan saluran kencing baru yang dibentuk. Fistula yaitu saluran atau celah abnormal yang menghubungkan dua rongga atau permukaan struktur yang berbeda. Kondisi ini dapat diobati dengan penggunaan penutup berlapis dengan operasi lanjutan pada kulit pada 6 bulan pertama pasca perbaikan.
  • Infeksi, kasus ini tergolong langka dengan pemberian antibiotik saat operasi.
  • Luka yang tidak menyatu. Kondisi lempeng uretra atau saluran kemih bawah yang rusak atau menjadi tidak ada. Kelenjar penis umumnya menjadi tampak datar serta tidak berlekuk.
  • Udem atau penumpukan cairan
  • Perdarahan pasca operasi
  • Striktur uretra, kondisi ini merupakan penyempitan uretra sehingga menghambat aliran urine dan dapat berkembang sebagai komplikasi jangka panjang dari pengobatan hipospadia.
  • Divertikula uretra, kondisi ini ditandai dengan pembengkakan uretra atau saluran kemih saat buang air kecil. Divertikula ini dapat terbentuk akibat adanya striktur.

Usia yang lebih tua saat pelaksanaan operasi juga dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan operasi. Beberapa kondisi di atas dapat diatasi dengan sendirinya, namun sebagian lainnya memerlukan tata laksana lebih lanjut.

Biaya operasi hipospadia

Operasi hipospadia memiliki biaya yang sangat beragam, tergantung aturan rumah sakit masing-masing dan siapa dokter urologi yang mengerjakan. Perlu ditekankan di sini, operasi hipospadia tentu ditanggung oleh BPJS Kesehatan, jadi bagi kamu yang khawatir akan masalah biaya, cukup mengurus BPJS.

Kisaran operasi biaya hipospadia antara Rp 15.000.000 – Rp 30.000.000 di luar biaya obat-obatan dan ongkos rawat. Kamu perlu menyiapkan dana lebih sebesar 15 – 25% untuk biaya obat-obatan dan ruangan tersebut.

Dafrar Referensi