Infeksi saluran Kemih (ISK) termasuk salah satu gangguan berkemih yang cukup sering terjadi pada orang dewasa, baik pria maupun wanita. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kebiasaan buruk saat buang air kecil hingga berhubungan intim.

Meskipun ISK tidak tergolong penyakit mematikan, penderita harus mendapatkan penanganan khusus untuk mengobati bakteri penyebab infeksi. Jika tidak tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebar sehingga menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Untuk membaca mengenai infeksi saluran kemih pada anak, silakan klik link berikut.

Infeksi saluran kemih

Pengertian Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kencing atau disebut juga sebagai infeksi saluran kemih (ISK) merupakan suatu kondisi saat kandung kemih terinfeksi oleh bakteri. Gangguan berkemih ini cukup banyak dialami oleh orang dewasa. Bahkan di Amerika, penderita ISK mencapai sekitar 8.1 juta orang per tahun.

Menurut penelitian, setidaknya 60% wanita dan 12% pria pernah mengalami ISK selama hidupnya. Organ yang paling sering terinfeksi adalah kandung kemih serta uretra.

Cara Kerja Saluran Kemih

Saluran kemih berfungsi untuk memproduksi dan menyimpan urine. Urine sendiri merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan oleh tubuh. Urine diproduksi di ginjal kemudian disalurkan menuju kandung kemih oleh ureter.

Kandung kemih berfungsi untuk menyimpan urine. Urine yang ditampung selanjutnya akan disalurkan oleh uretra, sebuah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan lubang kencing. Pada pria, lubang kencing terletak pada ujung penis sedangkan pada wanita terletak di atas lubang vagina.

Ginjal merupakan sepasang organ yang berukuran sebesar genggaman dan terletak di dekat punggung. Organ ini berfungsi untuk menyaring kotoran pada darah dan mengeluarkannya dari tubuh dalam bentuk urine.

Ginjal juga berperan untuk menyeimbangkan kadar senyawa kimia dalam tubuh (sodium, potasium, kalsium, fosfor dan lainnya) serta mengecek tingkat keasaman darah. Beberapa hormon tertentu juga diproduksi di ginjal. Hormon tersebut bertugas mengatur tekanan darah, meningkatkan produksi sel darah merah dan menguatkan tulang.

Pada kondisi normal, urine tidak mengandung bakteri. Urine yang mengalir satu arah juga membantu mencegah timbulnya infeksi. Namun, bakteri bisa masuk ke urine melalui uretra, kemudian ke kandung kemih sehingga menimbulkan infeksi.

Gejala Infeksi Saluran Kemih

Pada penderita ISK, kandung kemih dan uretra menjadi kemerahan dan iritasi, seperti halnya yang terjadi pada tenggorokan saat Anda mengalami flu. Iritasi ini bisa menyebabkan rasa sakit pada area panggul, perut bagian bawah, atau punggung bawah. Mungkin Anda juga merasa selalu ingin buang air kecil.

Rasa terbakar atau rasa sakit saat kencing merupakan gejala yang paling sering dialami oleh penderita ISK. Terkadang Anda juga sangat ingin berkemih namun yang keluar hanya beberapa tetes saja.

Hal ini disebabkan oleh iritasi yang terjadi pada kandung kemih sehingga membuat Anda selalu merasa ingin kencing, bahkan ketika tidak ada urine yang tertampung. Terkadang, iritasi juga membuat Anda kehilangan kendali yang menyebabkan ngompol. Gejala lainnya adalah urine yang berbau dan keruh.

Infeksi pada ginjal bisa menyebabkan demam dan rasa sakit pada punggung bagian atas, baik sebelah kanan maupun kiri. Infeksi juga bisa memicu rasa mual dan muntah. Infeksi ginjal harus segera ditangani karena bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Area sekitar vagina dan anus merupakan tempat tinggal berbagai jenis bakteri. Bakteri tersebut bisa masuk ke urine melalui uretra kemudian menuju ke kandung kemih, bahkan ginjal. Masuknya bakteri tersebut bisa menyebabkan gangguan pada saluran kemih.

Seperti halnya ada beberapa orang yang mudah terkena pilek, orang-orang tertentu juga mudah terkenal infeksi saluran kencing. Wanita lebih rentan mengalami ISK karena memiliki uretra yang lebih pendek daripada pria, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.

Beberapa faktor lain juga bisa meningkatkan resiko terinfeksi ISK, yaitu:

Faktor Tubuh

Wanita yang memasuki fase menopause mengalami perubahan pada lapisan vagina. Estrogen yang berfungsi untuk mengurangi resiko ISK juga mulai menurun.

Beberapa wanita juga rentan secara genetik karena mempunyai saluran kemih yang memudahkan bakteri mudah untuk menempel. Hubungan intim juga bisa menyebabkan timbulnya infeksi pada saluran kemih.

KB

Wanita yang menggunakan diafragma lebih beresiko terinfeksi ISK dibandingkan wanita yang menggunakan alat kontrasepsi lain. Penggunaan kondom dan spermisida juga dapat meningkatkan resiko ISK pada wanita.

Anatomi Abnormal

Orang dengan anatomi saluran kemih yang tidak normal atau menggunakan alat (seperti tabung untuk mengeluarkan cairan dari tubuh) lebih rentan terkena ISK. Jika Anda tidak bisa berkemih secara normal karena adanya sumbatan, Anda mungkin juga beresiko lebih tinggi terkena infeksi saluran kemih.

Abnormalitas saluran kemih secara anatomi bisa menyebabkan ISK. Abnormalitas tersebut sering ditemukan pada anak-anak, namun juga bisa terjadi pada orang dewasa. Abnormalitas bisa terjadi dalam hal struktur, seperti divertikula yang berbentuk seperti kantong sehingga menampung bakteri.

Ada juga abnormalitas berupa sumbatan seperti pembesaran kandung kemih sehingga tubuh tidak bisa mengeluarkan semua urine dari kandung kemih.

Sistem Imun

Beberapa gangguan kesehatan seperti diabetes juga meningkatkan resiko terjadinya infeksi saluran kemih karena tubuh tidak bisa melawan bakteri yang masuk ke tubuh.

Apakah ISK Dapat Dicegah?

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah ISK pada wanita, antara lain:

  • Beberapa alat kontrasepsi seperti spermisida dan diafragma bisa meningkatkan resiko ISK. Konsultasi dengan dokter atau bidan mengenai pilihan alat kontrasepsi lainnya.
  • Minum cukup air (sekitar 2 L per hari) agar tetap dehidrasi.
  • Jangan suka menahan buang air kecil dan jangan terburu-buru. Menahan urine dan tidak mengeluarkan urine secara tuntas bisa meningkatkan resiko ISK.
  • Jus atau tablet cranberry bisa mencegah ISK.

Diagnosis Infeksi Saluran Kemih

Jika Anda khawatir terkena infeksi saluran kemih, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis. ISK dapat diketahui melalui analisa sampel urine. Urine akan diperiksa melalui mikroskop untuk menemukan adanya bakteri atau sel darah putih yang merupakan tanda adanya infeksi.

Kemungkinan lainnya, dokter akan melakukan kultur urine. Tes ini dapat mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri serta kandungan ragi pada urine yang dapat menyebabkan ISK.

Jika Anda melihat darah pada urine, segera hubungi petugas kesehatan. Darah pada urine bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih, namun bisa juga disebabkan oleh masalah lain yang terjadi di saluran kemih.

Jika Anda mengalami demam dan gejala ISK, atau gejala yang tidak kunjung mereda meskipun sudah melakukan terapi, segera hubungi dokter. Anda mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, seperti USG atau CT Scan untuk mengecek saluran urine.

Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Pengobatan ISK dilakukan sesuai dengan jenis infeksi. Terdapat dua jenis ISK, yaitu sederhana dan rumit. ISK sederhana adalah infeksi yang terjadi pada orang sehat dengan saluran kemih normal.

Sedangkan ISK rumit merupakan infeksi yang terjadi pada saluran kemih abnormal atau ketika bakteri yang menyebabkan infeksi tidak dapat ditangani dengan berbagai antibiotik. Pada umumnya wanita mengalami ISK sederhana, sedangkan ISK pada pria dan anak-anak cenderung rumit.

ISK Sederhana

ISK sederhana bisa ditangani dengan pemberian obat antibiotik selama beberapa hari. Pada kebanyakan kasus, pemberian antibiotik yang tepat selama 3 hari bisa menyembuhkan infeksi. Namun, beberapa jenis infeksi membutuhkan waktu yang lebih lama.

Rasa sakit dan keinginan untuk buang air kecil biasanya hilang setelah mengonsumsi beberapa dosis antibiotik. Namun, Anda tetap harus menghabiskan obat tersebut untuk memastikan infeksi benar-benar sembuh.

Apabila ISK tidak disembuhkan secara tuntas, infeksi bisa terulang di masa mendatang. Selain itu, Anda juga harus meminum banyak air selama masa penyembuhan.

Wanita yang sudah memasuki masa menopause bisa ditangani dengan pemberian hormon estrogen topikal (pada vagina). Apabila pasien tidak bisa mendapatkan hormon estrogen, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mendapatkan penanganan.

ISK Rumit

Pada jenis ISK rumit, antibiotik diberikan dalam jangka waktu yang lebih lama. Pada beberapa kasus, terapi antibiotik tahap awal diberikan melalui pembuluh darah dan dilakukan di rumah sakit. Setelah beberapa saat, antibiotik dapat diberikan melalui mulut selama 2 minggu. Infeksi ginjal juga ditangani seperti infeksi saluran kencing.

Pasca Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Umumnya gejala ISK akan berkurang setelah mengonsumsi antibiotik selama beberapa hari. Ketika semua gejala telah menghilang di akhir masa pemberian antibiotik, maka pasien tidak perlu melakukan kultur urine untuk meyakinkan bahwa infeksi benar-benar sembuh.

Namun jika Anda mengalami ISK rumit, pemeriksaan kultur urine mungkin dibutuhkan untuk mengetahui apakah infeksi telah tuntas. Jika gejala tidak menghilang setelah pemberian antibiotik, maka Anda mempunyai beberapa pilihan.

Dokter mungkin menyarankan untuk memperpanjang masa pemberian antibiotik, mengganti jenis antibiotik, atau mendapatkan antibiotik dengan cara lain.

Sekitar 20% hingga 40% wanita yang pernah mengalami ISK akan kembali mengalami infeksi tersebut. Pria yang notabene tidak terlalu rentan terhadap ISK juga bisa mengalami pengulangan karena bakteri bersembunyi di dalam prostat.

Jika Anda sering mengalami ISK (3 kali per tahun atau lebih), maka Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya. Jika Anda tetap mengalami infeksi, pemberian antibiotik dosis rendah atau konsumsi antibiotik sebelum berhubungan intim bisa membantu mengurangi gejala.

Anda juga bisa melakukan pemeriksaan secara mandiri. Konsultasikan dengan petugas kesehatan untuk membantu Anda mendiagnosis dan mengobati ISK di rumah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa saya mengalami ISK?

Kebanyakan kasus ISK merupakan kasus tunggal yang tidak akan terulang jika berhasil disembuhkan secara tuntas. Namun beberapa pasien mempunyai faktor genetik dan anatomi yang membuat mereka lebih rentan terkena ISK.

Apakah ISK perlu dicemaskan?

Jika Anda mendapatkan pengobatan ISK namun kondisi tidak kunjung membaik, atau Anda mengalami gejala ISK disertai sakit perut, muntah, atau demam dan kedinginan, segera kunjungi petugas kesehatan. Jika Anda melihat urine disertai darah, segera konsultasikan dengan dokter.

Apakah ISK bisa menyebabkan kerusakan ginjal?

Apabila ISK diobati sejak awal, maka infeksi tidak akan memberikan dampak permanen pada saluran kemih. Namun infeksi ini bisa berbahaya jika tidak segera ditangani.

Bagaimana jika saya hamil?

Jika Anda hamil dan mengalami gejala ISK, maka Anda harus segera menghubungi petugas kesehatan. ISK selama masa kehamilan bisa membahayakan ibu dan bayi jika tidak segera ditangani.

Infeksi saluran kencing merupakan gangguan pada organ berkemih, terutama kandung kemih dan uretra. Meskipun sering dianggap sepele, ISK harus segera ditangani agar tidak menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Daftar Pustaka

  1. Urinary Tract Infection. MayoClinic. Diakses 10 Februari 2022