Kanker kandung kemih – atau yang biasa disebut tumor buli adalah salah satu kanker di bidang urologi yang cukup sering. Memang secara angka, kanker kandung kemih ini menempati peringkat ke-3 kanker tersering di bidang urologi di bawah kanker prostat dan kanker ginjal.

Pasien di Indonesia umumnya datang terlambat karena membiarkan gejala yang mereka alami padahal, gejala ini sudah mengarah ke kanker kandung kemih. Adapun gejala khas terjadinya kanker kandung kemih, dan kamu harus lebih perhatian apakah terkena penyakit ini, antara lain :

  • Kencing darah berulang yang hilang timbul
  • Kencing darah tidak nyeri
  • Kamu adalah orang tua dengan riwayat merokok yang berat
  • Ada keluarga yang memiliki riwayat kanker kandung kemih
Kanker kandung kemih
Kencing darah adalah tanda awal kanker kandung kemih

Jika kamu memiliki 4 tanda yang saya sebutkan di atas, kamu wajib membaca artikel ini. Aritkel ini ditulis oleh dr. Andika Afriansyah, SpU. Dokter urologi yang saat ini bekerja di Bekasi (RS Tiara Bekasi)

Tulisan saya mulai dengan membagikan pengalaman saya merawat pasien dengan tumor buli ini

Kisah Penderita Kanker Kandung Kemih

Saya cukup sering mendapatkan pasien dengan tumor buli, mulai dari yang stadium awal, bahkan yang stadium IV sekalipun.

Ada 2 kisah yang ingin saya bagikan.

Tn X usia 55 tahun datang dengan keluhan kencing berdarah hilang timbul. Kencing berdarah ini tidak nyeri. Karena bapak ini pernah membaca artikel tentang kanker kandung kemih, akhirnya si bapak memutuskan berobat ke dokter urologi.

Dilakukan USG kandung kemih dan didapatkan kanker kandung kemih. Dokter urologi segera melakukan tindakan teropong dan kanker dapat dihabiskan seutuhnya hanya dengan peneropongan. Bapak tersebut menjalani pengobatan dan secara rutin kontrol untuk mencegah kekambuhan. Biasanya, dokter urologi akan memberikan obat yang dimasukkan ke kandung kemih tiap minggu selama 6 minggu.

Akhirnya, setelah beberapa tahun kontrol. Tidak didapatkan kekambuhan dan si bapak dapat beraktifitas dengan biasa.

Lain cerita dengan cerita pasien lain, Tn Y usia 59 tahun. Sudah bolak balik kencing darah selama 2 tahun belakang. Hanya diobati dengan antibiotik karena dianggap suatu infeksi kandung kemih. Akhirnya, si Bapak Y mengalami sumbatan kandung kencing akibat bekuan darah. Perlu dilakukan pemasangan kateter urin.

Dilakukan tindakan teropong untuk mengeluarkan gumpalan darah. Tumor sudah memenuhi seluruh kandung kemih. Dokter urologi sudah tidak dapat menghabiskan tumor yang sudah terlanjur banyak ini. Pilihannya adalah operasi besar yang mengangkat kandung kemih. Kencing akan dikeluarkan langsung ke perut.

Dari dua cerita di atas ada hal yang sagat berbeda antara Tn X dan Tn Y. Tn X kontrol dengan cepat dan kanker dideteksi di stadium awal sehingga selesai dengan pengobatan peneropongan. Berbeda dengan Tn Y yang tumornya sudah penuh di seluruh kandung kemihnya, terpaksa dilakukan pengangkatan kandung kemih.

Apakah Kanker Kandung Kemih Itu?

Penyakit ini merupakan kanker yang berasal dari sel-sel di buli-buli. Kandung kemih, atau buli, merupakan organ berongga yang tersusun atas otot di perut bagian bawah. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan urin sebelum dikeluarkan saat berkemih.

Sebagian besar kanker ini bermula dari sel-sel yang melapisi rongga dalam kandung kemih (sel urotelial). Sel urotelial juga dapat ditemukan di dalam ginjal dan saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih (ureter). Kanker urotelial juga dapat terjadi di ginjal dan ureter, tetapi jauh lebih sering di kandung kemih.

Pada umumnya, penyakit tumor kandung kemih didiagnosis pada stadium awal, ketika kanker tersebut masih dapat diatasi. Namun, tumor kandung kemih yang diangkat pada stadium awal dapat kambuh kembali.

Oleh karena itu, orang dengan tumor di kandung kemih harus melakukan follow-up selama beberapa tahun setelah terapi untuk mencari kemungkinan kanker yang kambuh.

benjolan di kandung kemih
Timbulnya benjolan di kandung kemih adalah ciri dari kanker kandung kemih

Klasifikasi Kanker Kandung Kemih

Berbagai jenis sel di dalam kandung kemih dapat berkembang menjadi sel kanker. Jenis sel asal menentukan jenis kanker kandung kemih yang dialami. Hal ini penting untuk menentukan terapi yang tepat.

Beberapa jenis kanker kandung kemih antara lain:

Karsinoma urotelial

Karsinoma urotelial terjadi pada sel-sel yang melapisi rongga dalam kandung kemih. Sel urotel adalah sel yang berfungsi berkontraksi saat kandung kemih kosong dan membesar ketika kandung kemih penuh. Jenis kanker ini merupakan jenis kanker kandung kemih yang paling sering ditemukan di Amerika Serikat.

Karsinoma sel gepeng/squamous

Karsinoma sel gepeng dikaitkan dengan adanya iritasi menahun kandung kemih, seperti infeksi atau penggunaan kateter urin jangka panjang. Kanker ini lebih sering dijumpai di bagian daerah yang sering ditemukan schistosomiasis (infeksi parasit).

Adenokarsinoma

Adenokarsinoma berasal dari sel-sel yang menyusun kelenjar penghasil mukus di kandung kemih. Jenis kanker ini sangatlah jarang.

Selain itu, beberapa kanker kandung kencing dapat melibatkan lebih dari satu jenis sel.

Kanker Kandung Kemih Disebabkan Oleh

Tumor kandung kemih dimulai ketika sel-sel di dalam kandung kemih bermutasi (mengalami perubahan di DNA). Perubahan tersebut membuat sel membelah secara tidak terkontrol, menyebabkan sel-sel yang normal kalah dalam segi jumlah.

Lama-lama, sel yang normal akan mati. Sementara itu, kumpulan sel abnormal yang aktif membelah akan membentuk tumor yang dapat menginvasi dan merusak jaringan tubuh yang normal.

Seiring berjalannya waktu, sel-sel tersebut dapat keluar dari jaringan asal (keluar dari kandung kemih) dan menyebar ke organ lain dalam tubuh (metastasis).

Faktor Risiko Kanker Kandung Kemih

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker ini meliputi:

Merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko kanker kandung kencing karena zat-zat kimia berbahaya dapat terakumulasi di dalam urin. Ketika Anda merokok, tubuh Anda akan memproses zat-zat kimia di rokok dan membuang beberapa melalui urin. Zat kimia berbahaya ini dapat merusak lapisan kandung kencing sehingga meningkatkan risiko kanker.

Usia lanjut

Risiko tumor buli meningkat seiring bertambahnya usia. Meskipun dapat terjadi di usia berapa saja, sebagian besar orang didiagnosis pada usia di atas 55 tahun.

Pria

Pria lebih sering mengidap tumor buli dibandingkan wanita.

Paparan terhadap zat kimia tertentu

Ginjal memiliki peran utama dalam menyaring zat-zat kimia berbahaya dari darah dan membawa zat tersebut ke kandung kemih. Hal ini menyebabkan beberapa zat kimia tertentu dapat meningkatkan risiko tumor di kandung kemih.

Zat kimia yang diyakini berkaitan dengan tumor di kandung kemih adalah arsenat dan zat kimia yang digunakan dalam pembuatan produk cat, karet, dan tekstil.

Pernah terapi kanker sebelumnya

Pengobatan kanker dengan obat antikanker siklofosfamid dapat meningkatkan risiko kanker tersebut. Selain itu, orang yang pernah menerima terapi radiasi di pelvis untuk kanker lain sebelumnya juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit tumor di buli.

RIwayat kanker pribadi atau keluarga

Jika Anda pernah mengalami kanker kandung kemih sebelumnya, Anda memiliki risiko untuk terkena kanker itu kembali. Jika salah satu anggota keluarga Anda (orang tua, saudara kandung, atau anak) memiliki riwayat kanker kandung kemih, Anda membawa risiko kandung kemih yang lebih tinggi dari orang lain.

Selain itu, riwayat keluarga Lynch syndrome (atau hereditary nonpolyposis kanker kolorektal) dapat meningkatkan risiko kanker di sistem saluran kemih, usus besar, rahimm, ovarium, dan organ lainnya.

Radang kandung kemih kronik

Infeksi saluran kemih atau radang yang menetap/berulang, yang sering terjadi karena penggunaan kateter jangka panjang, dapat meningkatkan risiko terkena kanker kandung kemih jenis karsinoma sel gepeng.

Gejala kanker kandung kemih

Beberapa tanda dan gejala tumor kandung kemih adalah:

  • Hematuria, atau adanya darah dalam urin. Urin akan tampak merah terang atau berwarna seperti coca cola. Kadang, urin juga tampak normal dan darah hanya dapat dideteksi melalui uji urinalisis.
  • Sering berkemih
  • Nyeri saat berkemih
  • Nyeri punggung

Kapan Anda Perlu Pergi ke Dokter?

Jika Anda mengamati ada perubahan warna pada urin Anda dan khawatir adanya darah, segera konsultasikan dengan dokter Anda. Selain itu, Anda juga dapat membuat janji dengan dokter jika ada tanda dan gejala lainnya yang membuat Anda cemas.

Diagnosis Kanker Kandung Kemih

Terdapat serangkaian tes dan prosedur yang akan dilakukan untuk mendiagnosis tumor ini, antara lain:

Sistoskopi

Dokter akan memasukkan tabung kecil dan sempit melalui uretra (saluran kencing) Anda. Sistoskop dilengkapi dengan lensa kamera yang membuat dokter dapat melihat keadaan uretra dan kandung kemih; untuk mengamati struktur dan tanda-tanda kanker.

Baca juga : sistoskopi, suatu tindakan teropong kandung kemih

Teropong kandung kemih (sistoskopi)

Biopsi (mengambil sampel jaringan untuk diuji)

Selama sistoskopi, dokter Anda mungkin menggunakan alat lainnya untuk mengoleksi sampel sel yang akan diuji lebih lanjut. Prosedur ini disebut transurethral resection of bladder tumor (TURBT). TURBT juga dapat digunakan untuk mengatasi penyakit ini.

Sitologi urin (menggunakan sampel urin)

Sampel urin akan dianalisis di bawah mikroskop untuk mengecek keberadaan sel kanker pada prosedur ini.

Pencitraan

Tes pencitraan menggunakan computerized tomography (CT) urogram atau retrograde pyelogram memfasilitasi dokter Anda untuk menilai struktur saluran kemih Anda.

Kangker kandung kemih stadium

Setelah mendiagnosis keberadaan kanker, dokter Anda dapat merekomendasikan beberapa tes tambahan untuk menentukan apakah kanker Anda telah menyebar ke daerah tubuh lainnya, seperti kelenjar limfa. Tes tersebut meliputi CT scan. MRI, PET, scan tulang, dan X-ray dada.

Dokter akan menggunakan informasi yang didapat dari hasil tes untuk menentukan stadium tumor kandung kemih; yang ditandai dari stadium 0 sampai IV.

Stadium terendah menunjukkan bahwa kanker tersebut hanya berada di lapisan terdalam kandung kemih dan belum memengaruhi dinding otot kandung kemih. Sementara itu, stadium IV mengindikasikan kanker telah menyebar ke kelenjar limfa atau organ di dekat kandung kemih (telah bermetastasis ke jaringan/organ lain).

Pengobatan Kanker Kandung Kemih

Pilihan terapi penyakit ini sangat bergantung pada beragam faktor, seperti jenis kanker, stadium kanker, dan kondisi kesehatan Anda secara umum. Pilihan pengobatan yang dapat Anda pertimbangkan adalah:Operasi untuk menghilangkan sel kanker

Operasi teropong tumor kandung kemih

Teropong dan pengerokan tumor buli (TURBT) merupakan salah satu prosedur yang bisa dilakukan untuk diagnosis dan mengangkat sel-sel kanker yang baru berada di lapisan dalam kandung kemih (belum menginvasi dinding otot kandung kemih).

Tumor kandung kemih diobati dengan teropong dan pengerokan

Pengangkatan kandung kemih

Opearsi pengangkatan kandung kemih (sistektomi) merupakan prosedur yang mengangkat sebagian atau seluruh kandung kemih.

Jika kandung kemih di angkat, tentu sudah tak dapat kencing dari saluran kencing normal lagi. Biasanya ada dua pilihan setelah operasi pengangkatan kandung kemih, yaitu

  • Rekonstruksi neobladder dilakukan setelah sistektomi dilakukan, agar urin tetap bisa disimpan dan dikeluarkan dari tubuh. Kencing dikeluarkan melalui kateter dari saluran kemih normal
neobladder
Pembuatan kandung kemih baru
  • Mengeluarkan urin langsung ke perut. Karena urin langsung keluar di perut, diperlukan penampungan urin dalam bentuk kantung

Kemoterapi

Kemoterapi di dalam kandung kemih, untuk mengobati kanker yang berada di lapisan kandung kemih tetapi memiliki risiko tinggi kambuh atau melaju ke stadium berikutnya

Kemoterapi sistemik/seluruh tubuh untuk meningkatkan risiko seseorang sembuh setelah operasi atau sebagai terapi utama saat pasien tidak bisa dioperasi

Radiasi

Terapi radiasi untuk menghancurkan sel kanker, juga sering dipilih sebagai terapi utama ketika operasi bukan pilihan/tidak diinginkan

Terapi lain yang tak ada di Indonesia

Imunoterapi untuk memicu sistem pertahanan tubuh agar kuat melawan sel kanker, baik di kandung kemih maupun seluruh tubuh

Targeted therapy, untuk mengobati kanker yang sudah stadium lanjut.

Cara Mencegah Kanker Kandung Kemih

Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah tumor di kandung kemih, Anda dapat mengambil beberapa langkah sebagai upaya meminimalisasi risiko, antara lain:

  • Tidak merokok;
  • Hati-hati dengan paparan zat kimia;
  • Memastikan asupan makanan dilengkapi dengan buah dan sayur yang beraneka ragam.

Referensi

Mayoclinic. Bladder Cancer. Diakses 23 Februari 2021