Kesuburan pria — Melakukan program hamil membantu pasangan suami istri ketika ingin memiliki momongan, seperti menjaga kesuburan pria bagi ayah dan memeriksa siklus haid bagi bunda.

Perlu diketahui bahwa kehamilan tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas dan kematangan sel telur saja, melainkan juga dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas sperma.

Masih belum banyak pasangan yang menyadari bahwa pria juga harus menjaga pola hidupnya ketika ingin cepat memiliki momongan. Selama ini setiap masalah yang berhubungan dengan kehamilan pasti diserahkan pada bunda, padahal ayah juga memiliki peran penting. Akibatnya sering terjadi pertengkaran di antara kedua belah pihak.

Salah satu yang perlu dihindari adalah kebiasaan – kebiasaan buruk ayah. Baik sebelum menikah maupun ketika sudah menikah.

Kesuburan Pria
Beberapa kebiasaan perlu dihindari agar terhindar dari gangguan kesuburan pria

Oleh karenanya perlu memahami secara rinci kebiasaan yang patut dihindari agar fertilitas ayah tetap terjaga. Serta program hamil dapat berjalan sesuai perencanaan dan memiliki momongan secepatnya.

Baca juga : infertilitas pada pria

Kebiasaan Buruk Penyebab Gangguan Kesuburan Pria

Salah satu indikator kesuburan pada pria adalah produksi sperma yang tinggi atau cukup, karena dengan kuantitas yang lebih besar, memiliki peluang untuk mendapatkan kehamilan lebih tinggi. Produksi sperma yang ideal berada pada rentang suhu sekitar 3 – 4 derajat lebih rendah dari suhu tubuh.

Suhu testis mempengaruhi kesuburan pria

Kebiasaan yang menyebabkan suhu testis, sebagai tempat produksi sperma, meningkat haruslah segera dihindari. Salah satunya adalah mengenakan pakaian dalam yang ketat.

Dengan pakaian dalam ketat, testis akan menempel tubuh serta meningkatkan suhunya. Sebaiknya menggunakan pakaian dalam agak longgar. Selain menjaga suhu, juga mengurangi kondisi lembap.

Mandi dan berendam air hangat memang memberikan efek relaksasi pada tubuh, namun sangat dianjurkan untuk tidak berendam atau mandi dengan air hangat terlalu lama.

Berdasarkan penelitian, tidak dianjurkan berendam air hangat lebih dari 30 menit. Pilih aktivitas relaksasi lainnya, terutama jika sedang menjalani program hamil.

Baca juga : penyebab pria menjadi mandul

Merokok sudah terbukti mengganggu kesuburan pia

Kebiasaan lain yang menurunkan kesuburan pria adalah merokok. Sebanyak 23% konsentrasi sperma berkurang dan kemampuan bergerak sperma berkuran 13%.

Hal ini dikarenakan sistem reproduksi bereaksi terkena bahan kimia seperti timah, nikotin, dan kadmium. Reaksi tersebut mempengaruhi konsentrasi, pergerakan, dan bentuk sperma.

Kebiasaan lainnya yang mempengaruhi kualitas sperma

Hal – hal sehari – hari yang mungkin jarang diperhatikan namun dapat berdampak serius terhadap fertilitas pria adalah buruknya pola tidur, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, pola makanan tidak sehat, dan kurang berolahraga. Mulai ada baiknya memperhatikan kebiasaan sehari – hari serta mengubah beberapa pola hidup yang tidak sehat.

Menghilangkan Kebiasaan Buruk Penghambat Kesuburan Pria

Berdasarkan penelitian Charles Duhigg, kebiasaan tumbuh ketika seseorang memberikan respons tertentu secara terus menerus terhadap stimulus yang sama.

Contohnya ketika seseorang sedang mengalami kesedihan, lalu dirinya memilih untuk meminum alkohol. Setiap kali sedih, ia meminum maka perilakunya sudah menjadi kebiasaan.

Kebiasaan cenderung bersifat pasif dan tidak disadari, semacam menjadi kegiatan otomatis dilakukan ketika menghadapi situasi tertentu. Hal ini dikarenakan otak cenderung mencari aktivitas dengan mengeluarkan tenaga sedikit. Sehingga ketika otak mendapati perilaku berulang pada kondisi tertentu, ia tidak lagi memikirkan bagaimana cara menghadapinya.

Charles Duhigg berpendapat cara mengubah kebiasaan adalah dengan menyadari setiap perilaku. Kemudian mengubah perilaku buruk dengan perilaku yang lebih positif. Contohnya ketika bersedih, tidak langsung meminum alkohol, tetapi mengubahnya menjadi curhat, merenung, berdoa, atau kegiatan positif lainnya. Dengan mengganti perilaku, kebiasaan buruk bisa berkurang.

Hambatan terbesarnya adalah kenyamanan yang didapatkan dari perilaku sebelumnya tidak lagi didapatkan. Terkadang muncul rasa gelisah, mudah emosi, bahkan beberapa bagian tubuh terasa gemetar atau tidak nyaman. Tetapi sadarilah, bahwa itu adalah bentuk adaptasi tubuh terhadap pola kebiasaan baru.

Salah satu penguat agar konsisten terhadap upaya mengubah kebiasaan yaitu dengan mengingat tujuan. Tetapkan tekad kuat untuk menjaga kesuburan pria bagi para ayah.

Dengan demikian setiap muncul keinginan untuk melakukan hal – hal tersebut selalu tertahan karena mengingat keinginan untuk menjaga kualitas sperma.

Olahraga Dianjurkan dalam Menjaga Kesuburan Pria

Setelah berhasil lepas dari kebiasaan – kebiasaan buruk, sudah saatnya untuk membangun kebiasaan baik untuk menjaga kualitas sperma tetap baik. Salah satunya adalah melakukan olahraga rutin.

Seperti jalan pagi, lari pagi, bersepeda, yoga, renang, dan olahraga yang Anda senangi. Selain membuat tubuh semakin segar, juga mencegah obesitas.

Obesitas adalah salah satu penyebab kesuburan pria menurun. Ditemukan dalam penelitian bahwa pria obesitas memiliki penurunan sekitar 42% jumlah sperma.

Sementara untuk pria overweight hanya berkurang sekitar 11%. Hal ini menunjukkan kondisi berat badan tidak ideal memiliki dampak signifikan terhadap produksi sperma.

Hal ini terjadi karena kandungan lemak pada makanan dalam jumlah besar berpengaruh pada hormon testosteron. Hormon testosteron yang berperan penting dalam proses spermatogenesis tidak lagi mampu bekerja secara optimal. Akibatnya kuantitas produksi sperma menjadi berkurang.

Untuk mengetahui olahraga yang sesuai bagi para ayah, terutama dari segi kesehatan kebugaran tubuh, ada baiknya melakukan konsultasi terhadap dokter terlebih dahulu.

Pilihlah olahraga hasil rekomendasi tersebut sesuai minat Anda, serta jalankan secara rutin. Mendatangkan pelatih profesional juga dianjurkan.

Kunci penting sukses berolahraga untuk menjaga kesuburan pria adalah mau menjalankan secara rutin dan teratur tiap harinya. Mintalah saran pada pelatih profesional Anda untuk membuat jadwal olahraga, intensitas, serta lama waktu ideal. Dengan demikian tidak berolahraga secara berlebihan maupun kurang.

Gizi yang Harus Dipenuhi demi Menjaga Fertilitas Pria

Berdasarkan penyebab turunnya kesuburan, diketahui bahwa ada zat dalam makanan berpotensi menghambat proses spermatogenesis. Namun disisi lain juga ada kandungan gizi dalam makanan yang malah meningkatkan produksi hormon, meningkatkan kuantitas, serta menjaga motilitas sperma. Beberapa diantaranya adalah makanan mengandung vitamin C, asam folat, dan sebagainya.

Vitamin C untuk peningkatan kesuburan pria

Vitamin C berperan dalam menjaga kesuburan pria karena mengandung antioksidan. Zat ini jika dikonsumsi sesuai kebutuhan mampu menambah kuantitas, kualitas, serta bentuk sperma. Makanan bervitamin C tidak sulit ditemukan, diantaranya adalah jeruk, kiwi, tomat, kentang, kubis dan susu.

Asam folat untuk promil

Asam folat merupakan zat penting untuk dikonsumsi ibu dalam promil, namun ayah juga dapat mengonsumsinya. Jumlah konsumsi asam folat pada pria yang lebih banyak mempunyai kecenderungan tingkat kromosom abnormal lebih rendah daripada yang kurang. Zat ini dapat ditemukan pada asparagus, bayam, dan berbagai jenis kacang.

Zink untuk meningkatkan kesuburan

Zink juga membantu kesuburan pria. Dari penelitian pada jurnal Fertility & Sterility, ditemukan bahwa konsumsi sebanyak 66 Mg zink tiap harinya terdapat peningkatan sebesar 74% bagi ayah kurang subur. Makanan sehari hari dengan kandungan zink tinggi adalah gandum, buncis, kepiting, dan lobster.

L-arginine meningkatkan kemampuan pembentukan sperma

Daging – daging juga merupakan alternatif makanan yang cocok dikonsumsi, seperti daging ayam, sapi, dan kalkun. Karena memiliki kandungan L-arginine. Memang tak berpengaruh langsung, tetapi zat ini diolah dalam tubuh kemudian diubah hingga membentuk oksida nitrat yang berperan dalam proses spermatogenesis.

Kebiasaan buruk, seperti mengenakan celana dalam ketat, merokok, meminum alkohol, serta konsumsi sembarangan dapat menurunkan kualitas sperma. Perlu upaya mengubah pola kebiasaan secara sadar dan terprogram. Dengan demikian tingkat kesuburan pria akan terjaga serta program hamil dapat berjalan lancar.

Sumber