Libido turun — Turunnya libido atau keinginan untuk melakukan hubungan sexual aktif dengan lawan jenis dianggap suatu proses penuaan biasa. Sebenarnya, dengan menurunnya libido, ini adalah salah satu dari tanda-tanda kelainan baik secara psikis ataupun hormonal yang terjadi di dalam diri Anda. Jika Anda salah satu yang mengalami penurunan libido ini, Anda perlu membaca isi postingan ini agar mengetahui apa yang terjadi di diri Anda agar tidak terjebak stigma di masyarakat bahwa penurunan libido adalah hal normal

Apa itu libido?

Rendahnya libido diartikan sebagai turunnya keinginan untuk melakukan hubungan sexual aktif. Sebenarnya, pria ataupun wanita secara normal memang terkadang ada waktu-waktu tertentu di mana libidonya turun, dan tentunya libido ini sangat bervariasi naik-turun sepanjang hidup. Selain itu, hal yang paling penting adalah, sungguh normal jika libido Anda dan libido pasangan tidak klop pada waktu-waktu tertentu.

Libido turun pada pria menyebabkan masalah dalam rumah tangga

Hal yang perlu diperhatikan adalah rendahnya libido pada waktu yang cukup panjang perlu mendapatkan perhatian khusus. Ini bisa menjadi indikator adanya gangguan status kesehatan tertentu. Berikut adalah beberapa hal yang menyebabkan libido Anda semakin turun.

1. Rendahnya hormon testosteron

Testosteron adalah hormon pria yang sangat penting. Pada laki-laki, hormon testosteron diproduksi oleh testis. Testosteron berperan penting untuk membangun otot dan tulang, selain itu juga berfungsi untuk stimulasi produksi sperma. Level testosteron inilah yang menentukan libido Anda.

Testosteron yang normal sangat bervariasi. Akan tetapi, laki-laki di anggap memiliki testosteron yang rendah jika testosteronnya jatuh di bawah 300 nanogram per desiliter (ng/dl) berdasarkan American Urological Association (AUA). Jika testosteron Anda rendah, maka libido Anda juga akakn turun. Turunnya testosteron merupakan bagian yang normal dari proses penuaan. Akan tetapi, jika testosteron turun secara drastis maka akan berefek turunnya libido.

Konsultasikan ke Dokter Anda jika Anda memiliki penurunan libido. Anda akan diberikan supplemen ataupun gel untuk meningkatkan level testosteron Anda.

2. Penggunaan obat-obatan

Menggunakan obat-obat tertentu dapat menurunkan level testosteron Anda, yang pada akhirnya dapat menurunkan libido Anda.

Contohnya adalah, obat-obatan darah tinggi seperti ace-inhibitor dan beta-blockers dapat mengganggu ejakulasi dan ereksi

Obat-obatan lain yang dapat menurunkan testosteron antara lain

  • Kemoterapi dan radiasi untuk terapi kanker
  • Terapi hormonal pada kanker prostat
  • Kortikosteroid
  • Penggunaan antinyeri golongan opioid seperti morfin dan okxycodone
  • Obat-obatan antijamur sepreti ketoconazole
  • Cimetidine, yaitu obat yang digunakan sebagai obat magh
  • Steroid anabolik, yang biasa digunakan atlet untuk meningkatkan massa ototnya
  • Obat-obat antidepresan

Jika Anda mengalami gejala testosteron rendah, hubungi segera Dokter Urologi. Dokter akan berusaha untuk mengganti obat Anda yang lebih tidak berefek pada testosteron Anda

3. Depresi

Depression changes all parts of a person’s life. People with depression experience a reduced or complete lack of interest in activities they once found pleasurable, including sex.

Low libido is also a side effect of some antidepressants, including:

Depresi membuat segala aspek kehidupan Anda berubah. Orang yang mengalami depresi akan mengalami penurunan keinginan untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan, termasuk hubungan sexual.

Rendahnya libido juga dapat menjadi efek samping beberapa obat-obatan Anti-Depresan

  • serotonin-norepinephrine reuptake inhibitors (SNRI), seperti duloxetine
  • selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), seperti fluoxetin dan sertraline

Konsultasikan obat-obatan yang Anda konsumsi ke Dokter Spesialis Urologi jika Anda mengkonsumsi anti-depresan dan menderita libido yang rendah. Dokter Spesialis Urologi akan melihat apakah obat-obatan Anda bisa di sesuaikan dosisnya atau bahkan menggantinya dengan obat lain setelah konsultasi dengan Dokter Psikiatri.

4. Penyakit kronik yang diderita

Jika Anda merasa tidak sehat akibat penyakit kronik yang Anda derita seperti adanya nyeri, sex tentu menjadi prioritas terendah untuk Anda. Beberapa penyakit seperti kanker juga menurunkan jumlah sperma Anda.

Penyakit kronik yang dapat menurunkan libido Anda, antara lain

  • Diabetes mellitus tipe 2
  • Kegemukan
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Penyakit paru, jantung, ginjal, dan liver

Jika Anda memiliki penyakit kronik, komunikasikan dengan pasangan Anda cara-cara untuk membangun intimasi saat Anda menderita penyakit ini. Anda perlu mencari konselor pernikahan atau terapis sexual untuk mendiskusikan permasalahan Anda.

5. Proses penuaan

Level testosteron sangat berkaitan dengan libido. Testosteron akan sangat tinggi saat Anda berusia 20-30 tahun. Saat Anda semakin tua, Anda menjadi memerlukan waktu yang lebih lama untuk orgasme, mengalami ejakulasi, dan bahkan terangsang dengan pasangan Anda. Ereksi Anda tidak sekeras dulu saat Anda muda, dan memerlukan waktu yang lebih lama agar penis Anda tegang

Akan tetapi, sudah banyak obat-obatan yang dapat menangani permasalahan ini. Konsultasikan ke Dokter Urologi agar keluhan Anda dapat dibantu.

6. Stres

Jika Anda terdistraksi atau sedang dalam tekanan tinggi, tentu nafsu sexual Anda akan turun. Hal ini karena stres dapat mengganggu kondisi hormonal Anda. Stres memicu pembuluh darah Anda menyempit dan penyempitan ini menurunkan aliran darah ke penis yang berujung pada impotensi.

Stres ini sangat sulit untuk dihindari. Masalah dengan pasangan, perceraian, kematian orang yang dicintai, kekhawatiran masalah finansial, memiliki bayi, atau lingkungan kerja yang sangat sibuk dapat mempengaruhi nafsu sexual Anda.

Manajemen stres seperti latihan nafas, meditas, konsultasi ke psikolog akan membantu. Salah satu studi menunjukkan bahwa pasien yang didiagnosis impotensi, akan membaik kekerasan penisnya setelah rutin melakukan terapi stres selama 8 minggu berturut-turut

7. Tidak percaya diri, atau kecemasan terhadap performa sexual

Rendahnya percaya diri, merasa inferior, atau merasa badannya tidak bagus dihadapan pasangan membuat masalah kesehatan secara emosional. Jika Anda merasa tidak menarik, tidak diinginkan, tentu ini membuat libido Anda turun. Jika Anda merasa tidak percaya diri saat melihat diri Anda di kaca, tentu Anda akan menghindari hubungan sexual yang intim. Gangguan kecemasan terhadap performa sexual juga mamicu impotensi dan turunnya gairah sexual.

Secara jangka panjang, rendahnya kepercayaan diri ini membuat masalah kesehatan mental seperti depresi, cemas, penggunaan obat-obatan dan alkohol yang berlebihan sehingga menurunkan libido.

Kenali penyebab penurunan libido Anda dan konsultasikan ke Dokter Urologi agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat.

Penulis adalah Dokter Urologi Bekasi (RS Tiara Babelan dan RS Mitra Bekasi Timur) dan Dokter Urologi Jakarta (RS Pusat Persahabatan). Jika Anda ingin konsultasi dapat langsung ke RS atau mengklik kolom konsultasi online via platform halodoc.

Salam sehat

dr. Andika Afriansyah, SpU