Obstructive sleep apnea merupakan jenis gangguan tidur yang sering terjadi oleh banyak orang. Faktor penyebab gangguan ini cukup beragam, mulai dari berat badan, posisi tidur, pola hidup yang kurang baik dan lain sebagainya.

Gangguan tidur ini bisa menyebabkan tubuh kesulitan tidur kembali ketika terbangun. Hal tersebut membuat tubuh menjadi lemas, konsentrasi menurun hingga mengalami insomnia. Gangguan ini harus segera diatasi dengan baik agar tidak memberikan dampak buruk bagi tubuh.

Obstructive Sleep Apnea
Obstructive Sleep Apnea pada anak adalah salah satu penyebab mengompol

Pengertian Obstructive Sleep Apnea

Obstructive sleep apnea adalah jenis gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur. Terjadinya gangguan ini ditandai dengan adanya obstruksi pada jalur penapasan sehingga menyebabkan napas berhenti sesaat secara parsial maupun total.

Menurut wikipedia, istilah apea diartikan sebagai pernapasan yang terhenti selama sekitar 10 detik dan bisa terjadi ratusan kali selama tidur. Kondisi ini bisa cukup berbahaya karena tubuh kekurangan oksigen dalam beberapa waktu.

Kondisi ini membuat penderita kekurangan oksigen saat tidur sehingga membuatnya sering terbagun dan merasa tercekik. Obstructive sleep apnea syndrome bisa menyerang siapa saja, untuk itu kenali gejalanya dengan baik agar bisa segera diatasi secara efektif.

Seperti diabetes pada anak, OSA pada anak juga memiliki gejala yang sama dengan orang dewasa. Anak yang berusia 2-8 tahun merupakan kelompok usia paling rentan terkena OSA.

Gejala OSA

Menurut beberapa journal, penderita seringkali tidak menyadari adanya gejala dari gangguan ini karena saat tidur seseorang sulit menyadari sesuatu. Namun gejala syndrome ini bisa disadari oleh orang yang tidur sekamar dengan Anda. Berikut beberapa gejala OSA yang sering muncul.

  • Mengalami insomnia
  • Mengorok dengan sangat keras
  • Napas berhenti selama beberapa kali saat tidur
  • Terbagun secara tiba-tiba
  • Mulut terasa kering saat bangun tidur
  • Merasa tersedak saat tidur
  • Merasa sesak atau kesulitan mengambil napas saat tidur
  • Sakit kepala ketika bangun tidur

Gangguan Kesehatan Akibat OSA

OSA terjadi saat otot pada bagian belakang tenggorokan terlalu rileks sehingga jalan pernapasan menjadi lebih sempit atau menutup. Kondisi ini membuat kadar oksigen dalam darah menjadi turun dan terblokir.

Kondisi ini menyebabkan otak menjadi panik dan tubuh menjadi kaget. Berikut beberapa dampak yang disebabkan oleh OSA.

  • Konsentrasi menjadi terganggu
  • Kesulitan untuk fokus
  • Merasa mengantuk di siang hari
  • Daya ingat menurun
  • Mengalami perubahan mood yang drastis dan mudah marah
  • Mengalami depresi
  • Memicu hipertensi

Cara Pengobatan OSA

Seperti ngompol malam hari pada anak (nokturnal enuresis) yang dianggap cukup umum, gangguan OSA seringkali dianggap sebagai suatu kondisi yang biasa. Padahal jika tidak segera diatasi bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius.

Untuk itu segera lakukan pemeriksaan di dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Pengobatan OSA terdari dua jenis yaitu bedah dan non bedah. Berikut beberapa pengobatan non bedah yang bisa dilakukan.

BPAP (bilevel positive airway pressure)

Alat ini digunakan untuk menaikkan tekanan udara saat penderita menarik napas serta dapat menurunkan tekanan udara saat menghembuskan napas. Terapi ini memudahkan penderita untuk bernapas saat tidur.

CPAP (continuous positive airway pressure)

Terapi untuk menggunakan alat untuk meniupkan udara ke bagian saluran pernapasan melalui masker yang menutupi bagian mulut dan hidung penderita saat tidur. Tujuan terapi ini adalah mencegah tenggorokan menutup serta meredakan gejala OSA.

MAD (mandibular advancement device)

Alat ini berfungsi untuk menahan rahang dan lidah guna mencegah penyempitan yang terjadi pada saluran pernapasan.

Jika pengobatan non bedah tidak mampu memberikan hasil yang efektif, pilihan selanjutnya adalah dengan menggunakan terapi bedah seperti stimulasi jalan pernapasan, operasi rahang, pengangkatan jaringan dan penanaman generator impuls kecil.

Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Untuk mengurangi resiko terkena OSA, Anda perlu melakukan pencegahan terlebih dahulu. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara memperbaiki gaya hidup.

Beberapa pencegahan ini juga bisa mengatasi gangguan lain seperti konstipasi pada anak dan membuat tubuh semakin bugar. Berikut informasinya.

  • Kurangi berat badan
  • Kurangi mengkonsumsi makanan yang tinggi gula
  • Perbanyak asuapan serat dan sayur
  • Rajin berolahraga
  • Tidur dengan posisi miring ke arah kanan atau kiri
  • Kurangi kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol dan lain sebagainya

Jika orang sekitar mulai menunjukkan gejala obstructive sleep apnea sebaiknya langsung melakukan pemeriksaan di dokter sehingga bisa mengetahui penyebab dan pengobatan yang tepat. Semakin cepat penanganan, maka akan semakin cepat juga gangguan kesehatan dapat diatasi