Mengompol pada wanita dewasa — Mengompol atau dalam bahasa medisnya dikenal dengan istilah inkontinensia urin merupakan suatu gangguan kontrol kandung kemih yang bersifat kronis dan seringkali tidak disadari. Kondisi ini bukanlah suatu penyakit, melainkan bentuk gejala dari berbagai kondisi.

Meskipun begitu, gangguan ini memiliki dampak cukup signifikan terhadap kualitas hidup seseorang. Mengompol juga diperkirakan terjadi pada lebih dari 423 juta orang di dunia pada tahun 2018 dengan persentase kejadian sebesar 7% pada wanita berusia 20-30 tahun dan 17% pada wanita berusia 40-59 tahun.

Kasus mengompol lebih sering terjadi pada wanita dengan tingkat keparahan yang beragam, dari keluarnya urin ketika batuk atau bersin hingga keinginan buang air kecil yang tiba-tiba serta kuat sehingga Anda tidak dapat ke toilet tepat waktu.

mengompol pada wanita dewasa
Mengompol pada wanita dewasa bukannlah proses normal tubuh, tetapi ada kelainan yang perlu diobat

Penyebab wanita dewasa mengompol

Wanita pada umumnya memang lebih mudah merasa ingin buang air kecil karena saluran kemihnya, khususnya saluran bagian bawah (uretra), berukuran lebih pendek dibandingkan pria.

Namun, mengompol pada wanita dewasa ini bukan kondisi yang normal dan bukan menjadi konsekuensi dari penuaan. Gejala ini dapat disebabkan oleh kelainan fungsi otot dasar panggul, gangguan pada kontrol saraf yang mengatur penyimpanan serta buang air kecil, dan gangguan secara lokal pada kandung kemih. Atau bisa juga terjadi akibat infeksi saluran kemih atau gejala awal batu ginjal.

Gangguan ini juga seringkali timbul pada ibu hamil, ibu melahirkan, serta wanita yang sudah mengalami menopause.

Beberapa faktor risiko terjadinya inkontinensia urin mencakup:

  • Pertambahan usia
  • Paritas atau banyaknya persalinan yang dialami
  • Persalinan melalui vagina
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi)
  • Masalah pernapasan kronis
  • Berat badan berlebih
  • Merokok
  • Riwayat keluarga dengan inkontinensia urin

Mengompol pada orang dewasa juga dapat terjadi sementara akibat konsumsi makanan, minuman, atau obat-obatan yang bersifat diuretik.

Artinya, kandungan dari asupan tersebut menstimulasi kandung kemih untuk mengeluarkan urine serta dapat meningkatkan volume urin Anda.

Makanan, minuman, atau obat-obatan tersebut di antaranya:

  • Kafein, terkandung dalam kopi dan teh
  • Alkohol
  • Minuman berkarbonasi serta air soda
  • Vitamin C dalam dosis besar
  • Makanan kaya akan rempah-rempah, asam, atau gula
  • Cabai
  • Obat untuk jantung dan tekanan darah,

Perlu diperhatikan juga bahwa mengompol dapat disebabkan oleh kondisi medis, seperti adanya infeksi saluran kemih yang mengiritasi kandung kemih. Apabila kondisi ini mempengaruhi aktivitas sehari-hari Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter.

Terdapat dua tipe utama dari mengompol, yaitu:

Mengompol saat batuk / mengompol saat bersin

Mengompol saat batuk atau bersin tergolong tipe mengompol tipe tekanan (stress urinary incontinance, mengompol tipe stres). Artinya wanita yang sudah dewasa tak sadar mengompol karena peningkatan mendadak tekanan di rongga perut.

Mengompol tipe ini merupakan kondisi atau keluhan kebocoran urin yang berhubungan dengan aktivitas fisik, batuk, atau bersin. Otot pada panggul mengalami kelemahan dan membiarkan urin Anda keluar.

Melemahnya katup urin di kandung kemih merupakan salah satu penyebab mengompol pada wanita dewasa yang turut berperan dalam gejala ini dapat disebabkan oleh gangguan saraf atau adanya trauma (luka).

Kondisi ini juga dapat disebabkan pergerakan berlebihan dari uretra akibat hilangnya bantuan dari leher kandung kemih untuk mengontrol pengeluaran urin. Hal ini berdampak kepada pergerakan saluran kemih atas (uretra) ketika ada tekanan kuat pada perut.

Tipe mengompol ini paling umum terjadi pada wanita yang lebih tua dengan pengeluaran urin berupa tetesan-tetesan yang menjadi satu sendok makan atau lebih.

Mengompol karena rasa kebelet yang hebat

Tipe mengompol jenis ini terjadi jika seorang wanita tak mampu menahan rasa keinginan untuk kencingnya, dan terjadilah mengompol sebelum wanita tersebut mampu mencapai toilet. Akhirnya ia mengeluarkan kencingnya saat masih memakai celana dan terjadilah mengompol.

Tipe mengompol ini disebut mengompol tipe desakan (urge urinary incontinance, mengompol tipe urgensi). Tipe ini disebut juga sebagai kandung kemih yang terlampau aktif.

Pada kondisi ini, otak Anda meminta kandung kemih untuk mengosongkan diri meskipun sebenarnya tidak dalam kondisi penuh. Kondisi ini juga bisa disebabkan otot kandung kemih Anda terlalu aktif sehingga mendorong pengeluaran urin sebelum penuh. Hal ini yang menyebabkan Anda tiba-tiba ingin buang air kecil.

Orang yang mengalami inkontinensia urin tipe desakan (urgensi) seringkali mengalami ketakutan jika ingin buang air kecil tiba-tiba ketika tidak berada di dekat toilet. Penderita juga umumnya memiliki kualitas tidur yang kurang baik di malam hari.

Mengompol tipe lainnya

Selain kedua tipe di atas, beberapa orang mengalami kejadian mengompol yang merupakan campuran dari kedua tipe di atas.

Ada juga mengompol yang juga dapat terjadi yaitu tipe mengompol luapan. Pada inkontinensia luapan, tubuh Anda menghasilkan lebih banyak urin daripada yang sanggup ditampung oleh kandung kemih sehingga urin keluar dalam bentuk tetesan yang konstan. Namun, inkontinensia luapan ini umumnya terjadi pada pria dengan gangguan prostat.

Pemeriksaan untuk mengompol pada wanita dewasa

Dokter urologi biasanya akan memulai pemeriksaan dengan menanyakan riwayat dan gejala yang anda alami. Biasanya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dokter urologi antara lain

  • Sejak kapan gejala ini muncul
  • Mengompol lebih berat terjadi saat kapan, apakah dipengaruhi pergerakan aktifitas tubuh
  • Gejala penyerta lain seperti nyeri saat kencing, atau perlu mengedan kuat saat kencing, atau kencing darah
  • Nyeri pinggang atau tidak
  • Adakah riwayat operasi
  • Pernahkah menjalani radiasi karena penyakit tumor

Setelah dokter ahli urologi menanyai riwayat dan gejala yang anda alami, dokter urologi akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik berguna untuk mengetahui dan mengarahkan jenis kelainan yang anda alami.

Dokter spesialis urologi akan memeriksa kondisi ginjal anda, apakah terdapat pembesaran atau nyeri saat penekanan di area ginjal. Selain itu, biasanya pemeriksaan fisik di area vagina juga penting dilakukan untuk mencari apakah ada kelainan di area vagina anda.

Pemeriksaan area vagina biasanya dibantu dengan alat bernama inspekulum. Alat ini sama seperti saat memeriksa vagina pada ibu hamil.

Pemeriksaan lain yang penting adalah pemeriksaan urin pada pasien, ini berguna untuk mencari apakah ada infeksi atau tidak.

Jika dirasakan perlu, dokter urologi akan meminta pemeriksaan

  • Pemeriksaan laju pancaran kencing
  • USG ginjal dan kandung kemih
  • CT scan jika dianggap perlu.

Baca juga : Biaya USG ginjal dan kandung kemih

Selain itu, pemeriksaan lain yang wajib dimintakan oleh dokter urologi adalah pemeriksaan catatan berkemih harian, biasa juga disebut bladder diary. Anda diminta untuk mencatat jam-jam dan jumlah anda kencing. Waktu dan jenis minuman juga perlu dicatat. Kesemuanya penting untuk melihat apakah gangguan yang terjadi pada anda adalah akibat salah dalam pola hidup.

Baca juga : cara membuat bladder diary

Cara mengobati mengompol secara alami

Gejala mengompol yang Anda alami memerlukan penilaian secara menyeluruh dari dokter untuk dapat ditentukan faktor-faktor yang memperburuk kondisi, efek pada kualitas hidup Anda, dan keinginan Anda untuk mendapatkan pengobatan.

Penentuan pengobatan juga dapat dilakukan setelah dokter melihat riwayat medis, melakukan pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti penilaian volume urine yang Anda keluarkan.

Dalam pengobatan mengompol pada wanita dewasa, dokter umumnya akan menyarankan perawatan paling aman terlebih dahulu, di antaranya dengan memodifikasi gaya hidup dan anjuran untuk latihan otot dasar panggul.

Rekomendasi dalam perubahan gaya hidup

  • Melatih kandung kemih untuk menunda buang air kecil. Hal ini dapat Anda lakukan dengan mencoba menahan selama 10 menit ketika Anda merasa ingin buang air kecil dengan tujuan memperpanjang waktu perjalanan Anda ke toilet. Hal ini akan membantu Anda buang air kecil setiap 2,5-3,5 jam.
  • Buang air kecil dua kali. Cara ini membantu Anda untuk belajar mengosongkan kandung kemih lebih lengkap dan menghindari terjadinya inkontinensia luapan. Anda dapat buang air kecil yang pertama dan menunggu beberapa menit untuk buang air kecil kembali.
  • Mengatur jadwal buang air kecil. Anda bisa mengatur kebutuhan buang air kecil per 2-4 jam daripada menunggu keinginan untuk ke toilet.
  • Manajemen cairan dan pola makan. Anda mungkin disarankan untuk mengurangi makanan dan minuman yang memicu keinginan mengompol. Selain itu, mengontrol berat badan dengan pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik juga dapat menjadi alternatif pilihan. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter terkait banyaknya konsumsi air putih yang tepat per harinya.
    Hindari minuman yang mengandung kafein tinggi, klik disini untuk mengetahui jenis minumannya
  • Menyusun buku catatan kandung kemih. Hal ini dapat Anda lakukan untuk memantau melalui catatan terkait berapa banyak Anda minum, frekuensi buang air kecil, serta berapa banyak urine yang Anda hasilkan.

Adapun latihan otot dasar panggul dianjurkan untuk memperkuat kerja otot dan membantu dalam mengontrol buang air kecil. Latihan ini juga dikenal sebagai latihan Kegel serta efektif untuk mengatasi mengompol pada wanita dewasa. Agar otot yang ditargetkan tepat, dokter mungkin menyarankan Anda untuk berlatih dengan ahli terapi fisik.

Cara melakukan latihan kegel:

  1. Bayangkan Anda sedang mencoba menghentikan aliran urin. Kencangkan kerja otot yang akan Anda gunakan untuk menghentikan buang air kecil dan tahan selama 5 detik. Setelah itu coba kendurkan kembali selama 5 detik.
  2. Selanjutnya, cobalah untuk menahan kontraksi otot selama 10 detik setiap hari.
  3. Targetkan minimal tiga set dengan sepuluh pengulangan latihan setiap hari.

Baca : cara melakukan latihan kegel secara tepat

Obat untuk mengatasi  mengompol pada wanita dewasa

Selain pengobatan mengompol dengan modifikasi gaya hidup dan latihan otot, penggunaan obat-obatan juga mungkin disarankan, bergantung kepada gejala mengompol yang spesifik. Obat-obatan yang diberikan dapat berupa:

  • Obat antimuskarinik/antikolinergik. Obat ini bekerja secara langsung terhadap otot dasar panggul Anda untuk menurunkan inkontinensia urine urgensi, frekuensi berkemih, serta nokturia atau keinginan buang air kecil pada malam hari. Efek samping obat ini dapat berupa mulut kering, penglihatan kabur, sembelit, serta mengantuk.
  • Obat agonis reseptor beta-3 adrenergik (mirabegron). Obat ini juga bekerja pada otot dasar panggul Anda secara langsung.
  • Obat penghambat pengambilan kembali serotonin-noradrenalin (duloxetin). Obat ini akan membantu pengobatan inkontinensia urine stres dengan meningkatkan kerja sfingter uretra yang bekerja dibawah kesadaran.

Terapi pembedahan untuk mengobati mengompol pada wanita dewasa

Terapi berupa pembedahan umumnya menjadi pilihan terakhir pada gangguan mengompol pada wanita dewasa. Beberapa prosedur pembedahan yang dapat menjadi pilihan:

  • Operasi mengompol tipe tekanan /  inkontinensia stres. Prosedur ini cukup efektif untuk mengurangi gejala dan disarankan jika Anda mengalami inkontinensia campuran (stres dan urgensi). Namun seringkali memerlukan perawatan tambahan untuk inkontinensia urin urgensi yang dialami. Tindakan bedah ini dilakukan dengan memasang sling mid-uretral atau jaring buatan pada bagian dalam vagina  setinggi leher kandung kemih dan uretra atas dengan risiko berupa perdarahan, infeksi, gangguan berkemih, serta cedera pada pembuluh darah.
  • Suspensi leher kandung kemih. Tindakan ini membantu dalam mendukung uretra dan kandung kemih Anda dengan melakukan sayatan pada perut.
  • Operasi prolaps. Prosedur ini umumnya dilakukan jika Anda mengalami inkontinensia campuran serta prolaps atau penurunan organ panggul.
Berbagai jenis operasi untuk mengobati mengompol pada wanita dewasa

Penutup materi mengompol pada wanita dewasa

Konsulkan keluhan mengompol anda ke dokter urologi bekasi. Jangan remehkan penyakit dan gejala ini, karena ini bukanlah proses penuaan normal melainkan suatu penyakit.

Referensi

Dr. Andika Afriansyah, SpU adalah seorang dokter urologi yang saat ini berpraktik di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan RS Tiara Bekasi. Saat ini aktif di salah satu organisasi International International Continance Society (ICS) dengan nomor member 16457, suatu organisasi yang terdiri dari banyak dokter spesialis untuk penanganan mengompol.

Sertifikat ICS Andika Afriansyah
dr. Andika Afriansyah, SpU saat ini tergabung dengan International Continance Socity (ICS), suatu organisasi perhimpunan penanganan masalah mengompol