Nyeri testis dapat disebabkan oleh cedera, peradangan, penyakit menular seks atau kondisi darurat yang disebut torsio testis (terpelintir). Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit pada skrotum, bahkan terkadang disertai dengan pembengkakan.

Rasa sakit pada testis juga bisa menjadi pertanda masalah serius seperti kanker testis. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai nyeri testis, simak pembahasan berikut.

Nyeri testis hilang timbul, cara mengobati
skrotum nyeri, nyeri testis

Nyeri pada Testis dan Perut bagian Bawah

Nyeri testis adalah suatu kondisi yang bisa menimpa pria berbagai usia. Testis sendiri merupakan organ reproduksi berbentuk seperti telur yang berada di dalam kantong tipis bernama skrotum.

Jika Anda mengalami nyeri testis, Anda mungkin merasakannya di salah satu atau kedua testis. Rasa nyeri terkadang bukan muncul dari testis, namun bagian tubuh lain seperti perut atau selangkangan atau menjalar ke perut bagian bawah. Nyeri ini disebut sebagai nyeri alih (referred pain).

Nyeri testis bisa berupa nyeri akut (mendadak dan cepat) atau kronis (bertahap dan lama). Selain nyeri yang muncul tiba-tiba, gejala yang mungkin Anda rasakan adalah rasa sakit yang semakin bertambah saat beraktivitas. Nyeri testis bisa terasa parah karena testis mempunyai banyak syaraf sensitif.

Anda harus mendapatkan pertolongan medis jika rasa nyeri berlangsung lebih dari satu jam atau ketika rasa tersebut terasa semakin intens, karena hal ini mungkin menandakan kondisi darurat yang disebut torsio testis.

Siapa yang Berisiko?

Pria segala usia bisa mengalami nyeri testis. Risiko Anda mungkin lebih besar jika melakukan pekerjaan fisik yang berat atau ketika Anda berolahraga.

Apakah Nyeri Testis Merupakan Gejala Kanker Testis?

Nyeri testis bisa jadi gejala kanker testis, jadi jika Anda tidak tahu mengapa testis terasa nyeri, ada baiknya jika Anda mencari bantuan medis.

Biasakah Nyeri Testis Disebabkan oleh Penyakit Menular Seks?

Penyakit menular seks (PMS) seperti gonore, sifilis, dan klamidia bisa menyerang beberapa bagian tubuh, termasuk testis. Hal ini dapat menyebabkan testis membengkak atau meradang (terasa sakit atau terbakar).

Apa Penyebab Nyeri Testis Hilang Timbul?

Penyebab nyeri testis mungkin akan jelas jika Anda baru saja mengalami cedera atau kecelakaan, namun terkadang Anda tidak tahu mengapa testis terasa nyeri.

Berikut ini beberapa penyebab nyeri testis:

Cedera atau trauma

Cedera pada testis bisa terjadi selama olahraga, latihan, atau kecelakaan.

Orchitis

Peradangan (bengkak dan sensasi terbakar) pada salah satu atau kedua testis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Pada anak-anak, virus gondong bisa menyebabkan orchitis. Dalam hal ini pembengkakan biasanya terjadi 4 hingga 6 hari setelah gondong bermula.

Klik link berikut untuk membaca tentang orchitis : https://drandikauro.id/orchitis-dan-epididimitis-gejala-penyakit-penyebab-dan-antibiotik/

Orchitis adalah radang di testis dan merupakan salah satu penyebab radang testis
Orchitis adalah radang di testis dan merupakan salah satu penyebab radang testis

Hernia inguinalis

Hernia inguinalis terjadi ketika sebagian usus terdorong melewati otot perut yang lemah di dekat selangkangan. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya namun sangat menyakitkan. Jika terasa sakit, segera cari pertolongan medis karena Anda mungkin membutuhkan operasi darurat.

Epididimitis

Kondisi ini disebabkan oleh peradangan pada epididimis. Epididimis merupakan tabung yang membawa sperma dari testis ke saluran sperma dan keluar tubuh. Gejala epididimitis meliputi nyeri dan peradangan yang bisa berlangsung beberapa hari atau minggu.

Bahkan epididimis kronis bisa berlangsung selama lebih dari enam minggu.

Spermatokel

Spermatokel adalah kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam epididimis dekat testis. Kista ini bersifat non kanker dan biasanya tidak menyebabkan rasa sakit. Namun seiring berjalannya waktu, kista ini bisa tumbuh semakin besar dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Hidrokel

Hidrokel terbentuk ketika cairan menumpuk di sekitar testis. Hidrokel cukup lazim terjadi dan terkadang menyebabkan rasa nyeri atau bisa terinfeksi.

Hematokel

Hematokel terjadi ketika darah menumpuk di sekitar testis. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh cedera.

Varikokel

Varikokel adalah sekelompok pembuluh darah vena yang melebar di sekitar testis. Pembuluh darah ini menyebabkan rasa tidak nyaman pada testis selama beraktivitas. Nyeri testis biasanya bertambah saat berbaring. Varikokel biasanya mempengaruhi kesuburan dan membutuhkan prosedur operasi.

Bacaan lanjutan mengenaik varikokel silakan klik tautan berikut : Varikokel, gejala, tanda dan cara mengobatinya

Varikokel pada pria

Torsio Testis

Torsio adalah kondisi ketika testis terpelintir. Kondisi ini memutus pasokan darah ke testis dan menyebabkan rasa nyeri hebat dan tajam. Torsio bisa terjadi kapan saja dan membutuhkan operasi cepat untuk menyelamatkan testis.

Batu Ginjal

Batu ginjal lebih sering terjadi saat Anda dehidrasi. Batu bisa tersangkut di ureter (saluran yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih), menyebabkan rasa nyeri pada punggung, selangkangan atau skrotum.

Batu kecil mungkin bisa lewat ketika volume cairan meningkat. Namun batu besar membutuhkan prosedur operasi. Ketahui segala hal mengenai batu ginjal di link berikut : Batu ginjal dan cara pengobatan batu ginjal.

Posisi batu ginjal
Berikut adalah gambaran letak posisi batu ginjal yang menentukan kesuksesan ESWL. Penembakan batu di ruang utama ginjal (pelvic stone) akan berbeda keberhasilannya dengan batu di ruang kecil (kaliks) ginjal

Sindrom Nyeri Pasca Vasektomi

Pria yang menjalani vasektomi terkadang mengalami nyeri testis setelahnya. Rasa nyeri ini dapat disebabkan oleh adanya tekanan tinggi pada vas deferens (saluran yang membawa sperma) atau epididimis dan menyebabkan sindrom nyeri pasca vasektomi.

Kanker Testis

Kanker testis merupakan salah satu kanker paling umum yang menyerang pria berusia 15 – 35 tahun. Kondisi ini bisa ditandai dengan rasa sakit atau nyeri pada selangkangan atau testis, testis bengkak atau rasa berat dan sakit di perut bawah atau skrotum.

Metode pencitraan bisa digunakan untuk memeriksa testis demi menemukan gejala kanker testis.

Gejala Apa yang Mungkin Muncul?

Gejala nyeri testis meliputi:

Nyeri

Nyeri testis bisa terasa berbeda tergantung penyebabnya. Cedera memunculkan rasa nyeri yang tajam dan mendadak serta diikuti oleh rasa sakit. Nyeri akibat epididimitis semakin lama bisa semakin buruk. Batu ginjal dapat menyebabkan nyeri yang tajam pada punggung yang menjalar ke testis dan ujung penis.

Memar

Mungkin akan muncul memar pada skrotum apabila testis mengalami cedera.

Mual dan Muntah

Mual dan muntah bisa menjadi gejala berbagai kondisi, termasuk cedera testis, orchitis, atau batu ginjal.

Bengkak

Mungkin akan muncul benjolan pada skrotum, atau skrotum terlihat merah dan mengkilap. Ini bisa menandakan adanya cedera, orchitis, epididimitis, atau tumor testis.

Demam

Demam yang diikuti nyeri testis bisa menjadi pertanda orchitis atau epididimitis.

Gangguan Berkemih

Batu ginjal bisa menyebabkan meningkatnya frekuensi buang air kecil. Anda mungkin juga akan merasakan sensasi terbakar saat kencing atau muncul darah pada air seni.

Cara Mengatasi Testis Nyeri

Ketika Anda mengalami nyeri testis atau jika Anda baru saja menjalani aktivitas seksual berisiko tinggi, sebaiknya segera cari pertolongan medis. Aktivitas seksual berisiko tinggi meliputi berhubungan dengan lebih dari satu pasangan atau Anda mempunyai partner yang memiliki lebih dari satu pasangan.

Anda akan didiagnosis oleh spesialis yang meliputi:

  • Ahli urologi: Jika Anda merasakan gejala kanker testis atau batu ginjal, Anda bisa mengunjungi ahli urologi (spesialis bedah yang menangani gangguan kencing).
  • Ahli nefrologi: Jika Anda mengalami infeksi ginjal atau ginjal tidak berfungsi dengan baik, Anda dapat mengunjungi ahli nefrologi (spesialis yang menangani gangguan kencing).

Bagaimana Nyeri Testis Didiagnosis?

Dokter akan memeriksa Anda dalam posisi berdiri dan berbaring. Anda akan mendapat beberapa pertanyaan mengenai kapan nyeri mulai terasa, berapa lama, seberapa sakit, dan di area mana yang terasa nyeri.

Anda juga akan ditanya tentang aktivitas seksual, riwayat medis, dan riwayat operasi. Sampaikan pada dokter Anda jika ada aktivitas yang membuat rasa nyeri membaik atau memburuk, seperti buang air, olahraga, seks, atau duduk.

Pemeriksaan darah atau urin juga dapat digunakan untuk memastikan nyeri tidak disebabkan oleh infeksi. Jika muncul benjolan pada testis, pemeriksaan ultrasound akan dilakukan untuk mengecek kanker testis.

Apabila pemindaian ultrasound menunjukkan tanda-tanda kanker, Anda akan dirujuk ke spesialis urologi untuk prosedur pengangkatan kanker. Jika Anda didiagnosis dan diobati sejak dini, peluang untuk sembuh dari kanker testis menjadi lebih tinggi.

Obat Nyeri Testis

Anda dapat meringankan nyeri testis di rumah. Beberapa obat-obatan yang bisa dicoba antara lain:

  • Letakkan es di area yang terasa nyeri.
  • Letakkan handuk yang digulung di bawah skrotum saat Anda berbaring.
  • Gunakan celana dalam olahraga (athletic supporter).
  • Mandi air hangat
  • Coba obat pereda nyeri.

Apabila obat rumahan tidak berhasil, nyeri testis dapat diobati secara medis. Rasa nyeri juga dapat diringankan dengan obat-obatan seperti:

  • Pereda rasa nyeri: Asetaminofen (Tylenol) atau obat anti peradangan non steroid (NSAIDs) seperti aspirin, ibuprofen dan naproxen bisa membantu meredakan nyeri. Obat-obatan ini biasanya diresepkan untuk cedera, trauma, atau orchitis.
  • Antibiotik atau obat anti infeksi: Orchitis atau epididimitis yang disebabkan infeksi bakteri harus diobati dengan antibiotik.
  • Antidepresan tricylic: Obat-obatan seperti amitriptyline dapat digunakan untuk meredakan nyeri syaraf.

Apakah Nyeri Testis Membutuhkan Operasi?

Operasi tidak diperlukan untuk nyeri testis, namun jika Anda memiliki kondisi darurat seperti torsio testis atau kanker testis maka Anda membutuhkan operasi. Tipe operasi untuk nyeri testis berdasarkan penyebabnya meliputi:

  • Testis detorsio. Operasi ini dilakukan untuk mengurai saluran sperma dan memulihkan aliran darah ke testis. Dokter bedah akan membuat jahitan di sekitar testis untuk mencegah terpelintir kembali. Sisi lain testis juga dijahit untuk mencegah terpelintir di masa mendatang.
  • Operasi perbaikan hernia: prosedur korektif ini dilakukan jika hernia Anda tidak dapat didorong kembali ke dalam perut atau dibuat lebih kecil.
  • Epididimektomi: Epididimis merupakan kumpulan tabung kecil yang membawa sperma dari testis ke saluran sperma. Dokter bedah akan mengangkat epididimis jika Anda merasakan nyeri kronis. Prosedur ini jarang dilakukan dan pengobatan medis akan dicoba terlebih dahulu.
  • Vasovasostomi: Vasovasostomi adalah pembalikan vasektomi pada pria yang menderita nyeri testis setelah menjalani vasektomi. Vasektomi dapat menyebabkan nyeri testis dan dapat diobati dengan membalikkan vasektomi.
  • Litotripsi: Prosedur ini menggunakan gelombang kejut (bergerak di udara) untuk memecah batu ginjal.
  • Mikrodenervasi Tali Spermatika (MDSC): Operasi ini dilakukan di bawah pengaruh obat bius. Dokter bedah menggunakan mikroskop bedah untuk membedah dan memotong syaraf yang melewati tali spermatik yang dapat menyembuhkan nyeri testis.
  • Orkiektomi: Jika nyeri testis tidak dapat disembuhkan oleh obat-obatan atau prosedur semi invasif, mungkin Anda harus menjalani pengangkatan testis (orkiektomi). Operasi ini merupakan pilihan terakhir.
  • Kanker testis: Pada kasus ini, dokter akan melakukan operasi untuk mengangkat testis Anda. Pasca operasi, testis diperiksa menggunakan mikroskop untuk mengidentifikasi jenis kanker. Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah Anda membutuhkan pengobatan lebih lanjut.

Perlu diingat bahwa ketika Anda menjalani operasi, sangat penting untuk merawat luka Anda untuk mencegah infeksi. Ikuti saran dokter mengenai cara membersihkan luka. Anda juga akan diberitahu mengenai tanda-tanda untuk diperhatikan jika terjadi infeksi. Luka Anda akan diperiksa saat pemeriksaan selanjutnya.

Berapa Lama Nyeri Testis Hilang?

Nyeri testis bisa menghilang atau bertahan tergantung jenisnya, akut atau kronis. Jika nyeri disebabkan oleh cedera ringan seperti pukulan atau terjatuh, biasanya nyeri hanya berlangsung selama satu jam. Jika nyeri berlangsung lebih lama atau semakin parah, cari pertolongan medis.

Biasakah Saya Memiliki Keturunan Setelah Kehilangan Testis?

Pada umumnya satu testis yang sehat bisa menghasilkan cukup sperma untuk memiliki keturunan. Anda tetap bisa mencapai dan mempertahankan ereksi normal. Kadar testosteron (hormon) Anda juga tetap sama.

Pria yang pernah menjalani operasi torsio testis terkadang memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit. Antibodi yang mereka miliki juga mungkin mempengaruhi pergerakan sperma. Apabila Anda mengalami torsio testis saat masih muda, kemungkinan Anda mempunyai sperma yang lebih sedikit.

Dalam hal ini, Anda mungkin perlu mengecek jumlah sperma jika kesulitan memiliki keturunan.

Bagaimana Cara Mencegah Nyeri Testis?

Lakukan pemeriksaan rutin dan kenakan celana dalam khusus sebelum berolahraga full-contact. Anda juga bisa mengenakan pakaian pelindung sebelum melakukan pekerjaan yang berbahaya untuk mencegah cedera.

Kapan Saya Perlu Pergi ke Dokter?

Anda harus segera menghubungi dokter apabila mengalami nyeri testis atau pembengkakan, terutama jika rasa nyeri semakin memburuk atau Anda merasa mual. Apabila Anda memiliki gejala torsio testis, pastikan untuk segera mendapatkan pertolongan medis.

Sumber artikel