Sehat merupakan sesuatu yang mahal dan tidak ternilai oleh seberapa banyak uang yang Anda miliki. Beberapa kebiasaan buruk bisa menjadi penyebab timbulnya masalah kesehatan yang serius, misalnya menahan buang air kencing yang dapat mengakibatkan obstruksi saluran kemih.

Penyakit obstruksi kandung kemih ini sering disebabkan oleh adanya penyumbatan di bagian pangkal kandung kemih. Apakah penyakit ini berbahaya? Apa saja gejala yang dirasakan dan bagaimana mengatasinya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Posisi prostat
Prostat merupakan kelenjar penghasil mani terletak tepat di bawah kandung kemih

Pengertian Obstruksi Kandung Kemih

Obstruksi saluran kemih adalah salah satu penyakit yang menyerang bagian kandung kemih karena adanya sumbatan. Pada istilah kedokteran, sering disebut sebagai Bladder Outlet Obstruction atau BOO. Urine akan terhambat menuju uretra, sehingga akan menimbulkan rasa kurang nyaman.

BOO seringkali dialami oleh pria di usia lanjut dan diawali dengan penyakit pembesaran prostat, kanker kandung kemih hingga batu kandung kemih. Usia yang semakin tua bisa berpotensi mengalami penyumbatan lebih besar.

Gejala yang akan ditimbulkan tidak berbeda jauh dengan masalah kandung kemih sejenisnya. Untuk mendapatkan hasil akurat dan memastikan penyakit ini, maka Anda perlu menjalani beberapa tes dan harus berdasarkan analisa dokter.

Pemeriksaan ini juga berfungsi untuk mengetahui adanya penyakit lain sebagai penyebabnya. Setelah hasil tes keluar dan Anda dinyatakan positif, maka dokter akan meresapkan obat dan metode pengobatan yang harus dijalani.

Maka sudah selayaknya jika tenaga medis memahami pathway penanganan obstruksi kandung kemih dengan benar dan tepat. Hal ini bertujuan agar penderita bisa pulih dengan cepat.

Jika sudah mendapatkan diagnosa yang pasti dan Anda menunda pengobatan yang disarankan, kondisi tubuh akan semakin memburuk dan mengakibatkan kerusakan permanen pada saluran kandung kemih hingga ginjal.

Anda perlu memperhatikannya, karena hal ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, infeksi saluran kemih pada anak juga sering terjadi.

Baca juga: Ngompol Malam Hari pada Anak (Nonturnal Enuresis)

Penyebab Obstruksi Kandung Kemih

Beberapa penyebab obstruksi saluran kemih harus Anda ketahui secara dini. Sebab, semakin usia bertambah, risiko BOO semakin besar, khususnya bagi kaum pria. 

  1. Kanker kandung kemih
  2. Struktur uretra (peradangan jaringan luka yang menyempit)
  3. Batu kandung kemih
  4. Tumor di sekitar panggul (rahim, rektum, prostat dan serviks)

Empat penyebab diatas tergolong resiko yang paling besar. Selain itu, penyebab lain dari BOO yang cukup jarang terjadi adalah:

  1. Sistokel (turunnya kandung kemih ke organ intim)
  2. Benda asing yang masuk ke kandung kemih
  3. Kelainan bawaan sejak lahir (biasanya terjadi pada laki-laki)
  4. Kejang otot uretra
  5. Konsumsi obat-obatan kandung kemih secara berlebihan
  6. Adanya kantong di uretra

Gejala yang Timbul pada Obstruksi Saluran Kemih

Berdasarkan beberapa makalah atau jurnal kesehatan yang membahas obstruksi saluran kemih, penyakit ini akan menimbulkan gejala seperti:

  1. Anyang-anyangan
  2. Sering buang air kecil
  3. Nyeri di bagian perut bawah
  4. Tidak bisa buang air kecil
  5. Aliran kecing sering tersendat
  6. Susah mengeluarkan urine
  7. Ada infeksi pada saluran kemih
  8. Sering bangun di malam hari
  9. Lemas dan mual

Selain gejala-gejala di atas, kadangkala penderita tidak merasakan apapun dan perlu dikonsultasikan pada dokter. Lakukan pemeriksaan segera agar penyakit ini tidak semakin parah dan menyebabkan komplikasi.

Diagnosis Penyakit

Penyakit BOO perlu dilakukan diagnosis yang tepat oleh seorang dokter. Gejala awal yang patut dicuigai adalah ukuran perut atau kandung kemih yang membesar. Pada laki-laki biasanya bagian prostatnya membesar, sedangkan wanita bagian kandung kemih menurun.

Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan yang mencakup:

  1. Tes uroflowmetri (mengukur kecepatan aliran urine)
  2. Tes darah (mengetahui keadaan ginjal)
  3. Tes kultur urine (pengecekan tanda infeksi)
  4. ‘tes urine (mengecek adanya darah dalam air kencing)
  5. USG ginjal dan kandung kemih (penemuan titik sumbatan)
  6. Sistoskopi  (pencairan area penyempitan uretra)
  7. Tes urodinamik (memastikan fungsi kandung kemih dan kemungkinan aliran yang terhambat)

Cara Mengatasi Obstruksi Kandung Kemih

Setelah mengetahui penyebab masalah obstruksi saluran kemih, pengobatan yang perlu dijalankan oleh pasien adalah:

Pemasangan Kateter Urine

Pengobatan ini bertujuan untuk perbaikan sumbatan kandung kemih, sehingga aliran air kencing lebih lancar. Pada kondisi tertentu, dokter akan memakai kateter suprapubik lewat perut Anda.

Tindakan Operasi

Obstruksi kandung kemih dengan kondisi yang cukup parah biasanya akan direkomendasikan dokter untuk melakukan operasi. Hal ini disebabkan sumbatan yang sudah tebal dan mengakibatkan rusaknya beberapa organ.

Konsumsi Obat

Pengobatan menggunakan obat hanya berlaku jika penyakit BOO telah terdeteksi lebih dini. Dokter akan meresepkan obat sesuai kebutuhan dan bisa Anda beli di apotik terdekat. Anda harus meminumnya secara teratur agar tidak menimbulkan penyakit lainnya.

Baca juga: Obat Ngompol Anak Herbal di Apotek

Cara Pencegahan Obstruksi Kandung Kemih

Sebenarnya penyakit BOO atau Obstruksi saluran kemih bisa dicegah sedini mungkin dengan menjalankan pola hidup sehat. Pencegahan wajib dilakukan karena kondisi kandung kemih akan semakin menurun sepanjang waktu. Cara paling mudahnya adalah:

  1. Jangan menahan kencing terlalu lama
  2. Jangan tergesa-gesa saat buang air kecil
  3. Konsumsi air putih yang cukup dan sesuai kebutuhan
  4. Hindari konsumsi minuman kafein dan alkohol
  5. Cukupi kebutuhan serat (buah, sayur hingga kacang-kacangan)
  6. Gunakan pakaian yang tidak ketat
  7. Olahraga teratur, khususnya di area otot panggul
  8. Hindari aktivitas merokok
  9. Menjaga berat badan tetap ideal
  10. Lakukan konsultasi dengan dokter jika merasa ada yang salah di bagian kandung kemih

Penyakit obstruksi saluran kemih terbilang penyakit yang cukup serius karena bisa menyebabkan munculnya penyakit lain hingga komplikasi dan kematian. Agar terhindar dari penyakit ini, lakukan pencegahan dan konsultasikan dengan tenaga medis yang ahli.