Konstipasi pada anak merupakan sebuah kondisi dimana anak mengalami kesulitan saat buang air besar karena feses yang keras dan kering. Setiap anak memiliki frekuensi buang air besar yang bervariasi sesuai dengan usia dan pola makannya.

Konstipasi merupakan kondisi yang bersifat sementara dan bisa segera di atasi. Konstipasi bukan hanya terjadi pada anak berumur 5 tahun saja yang sudah bisa buang air besar sendiri, namun juga bisa terjadi pada balita.

konstipasi pada anak
Konstipasi pada anak menjadi permasalahan yang sangat umum dijumpai

Apa Itu Konstipasi ?

Konstipasi pada anak adalah kondisi umum yang cukup sering terjadi. Hal tersebut terjadi karena anak tidak mengonsumsi serat yang sesuai sehingga membuat sistem pencernaannya menjadi tidak normal. Gangguan ini bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi.

Makanan berserat dapat bermanfaat untuk menjaga proses metabolisme tubuh agar tetap normal sehingga kinerja usus tetap prima dan menghasilkan kualitas tinja yang baik. Hal tersebut akan membuat proses buang air besar lebih mudah.

Makanan berserat juga bermanfaat untuk memenuhi nutrisi harian yang mampu mencegah anak mengonsumsi makanan secara berlebihan.

Dengan begitu berat badan anak bisa tetap ideal. Menurut IDAI, serat mampu membantu penyerapan air pada usus besar sehingga membuat feses menjadi lunak dan mudah dikeluarkan.

Faktor Penyebab Konstipasi Pada Anak

Konstipasi juga dapat mengakibatkan Infeksi saluran kemih pada anak. Feses yang keluar keras membuat anak menjadi kesulitan sehingga terburu-buru saat selesai. Kondisi ini membuat kebersihan area tersebut kurang diperhatikan sehingga mampu menyebabkan infeksi.

Agar anak Anda terhindar dari hal tersebut simaklah beberapa faktor penyebab konstipasi pada anak 2 tahun di bawah ini. Dengan mengetahui faktor pemicunya, Anda bisa lebih mudah untuk melakukan pencegahannya.

Pola makan yang berubah-ubah

Perubahan pola makan dapat menjadi faktor terjadinya konstipasi, karena tubuh harus melakukan penyesuaian ketika anak beralih makanan dari yang berbentuk cair ke makanan padat.

Menunda buang air besar

Sering menunda buang air besar dapat menjadi salah satu penyebab anak mengalami konstipasi. Untuk itu meskipun anak sedang asik bermain tetap harus langsung ke kamar mandi jika merasa ingin buang air.

Faktor keturunan

Riwayat kesehatan keluarga juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab anak bisa mengalami konstipasi. Faktor genetik tersebut akan membuat anak cenderung lebih berisiko untuk terkena.

Gejala Konstipasi

Gejala konstipasi pada anak 1 tahun yang paling umum adalah frekuensi buang air yang berkurang dari biasanya. Selain itu terdapat beberapa gejala lain yang menunjukkan bahwa anak mengalami konstipasi. Simak uraiannya sebagai berikut.

  • Kentut yang dikeluarkan berbau busuk
  • Perut kembung
  • Nafsu makan menurun
  • Demam
  • Mengalami nyeri perut
  • Keluar darah dari dubur karena luka
  • Feses keras sehingga sakit ketika dikeluarkan
  • Tidak buang air selama berhari-hari
  • Mengami penurunan berat badan
  • Sering terlihat mengeluarkan bercak tinja di celana
  • Anak sering terlihat lemas, murung atau lebih rewel dari biasanya

Pengobatan Konstipasi

Obstructive sleep apnea, konstipasi dan ngompol malam hari pada anak (nokturnal enuresis) merupakan gangguan yang sering terjadi. Meskipun terlihat sederhana dan cukup umum, gangguan tersebut harus segera diatasi dengan baik agar tidak memicu terjadinya komplikasi yang berbahaya.

Jika anak mulai menunjukkan gejala konstipasi, Anda perlu menerapkan beberapa upaya sebagai berikut untuk mengatasinya.

Perbanyak Konsumsi Cairan dan Serat

Mengonsumsi makanan tinggi serat dapat membantu anak untuk melancarkan buang air besar. Atur pola makan serta jenis makanan anak dengan baik dan perbanyak asupan buah, sayur, yogurt dan makanan tinggi serat lainnya agar sistem pencernaannya menjadi lancar.

Menggunakan Obat Pelunak Feses

Cara paling cepat untuk mengatasi konstipasi adalah dengan mengonsumsi obat pelunak feses. Cara ini sangat efektif dan aman jika digunakan sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Melakukan Pijatan di Bagian Perut

Pijatan pada bagian perut dapat membantu untuk mengendurkan otot-otot kandung kemih dan usus sehingga dapat meningkatkan aktivitasnya. Lakukan pijatan lembut agar anak merasa nyaman dan tidak kesakitan.

Atur Frekuensi Waktu Ke Toilet

Ingatkan anak untuk pergi ke toilet setelah makan atau ketika sedang bepergian. Atur frekuensi waktu anak ke toilet agar tidak lupa dan lebih teratur. Dengan begitu sistem metabolisme akan berjalan dengan baik dan bisa mengeluarkan feses sedikit demi sedikit. Konstipasi pada anak bisa diatasi dengan cepat jika menggunakan sistem pengobatan yang tepat. Agar anak terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, orang tua harus lebih cermat dan teliti dalam mengatur pola makan agar seimbang gizi, serat dan nutrisinya