Sepeda & prostatitis — Sejak bulan Maret 2020, dunia ini diguncangkan oleh pandemi yang cukup menyita berbagai macam sumber daya, pandemi Covid 2019. Meskipun Covid 2019 menjadi malapetaka bagi sebagian besar penduduk di muka bumi, ada juga sisi positif yang dapat dipetik dari pandemi ini.

Salah satunya adalah masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya berolahraga untuk meningkatkan kesehatan. Salah satu olahraga yang sedang naik daun di masa pandemi ini adalah bersepeda. Permintaan sepeda meningkat semenjak wabah Covid 2019 masuk ke negera kita. Tidak hanya di jakarta, tren kenaikan jumlah orang bersepeda juga mulai merambat ke kota-kota lain di Indonesia.

Kabarnya, prostatitis disebabkan oleh naik sepeda terlalu lama. Benarkah demikian?

Prostatits dan sepeda
Prostatitis dan naik sepeda, apakah ada hubugannya?

Apa itu prostat?

Prostat adalah kelenjar kecil yang hanya dimiliki laki-laki dan terletak di dekat leher kandung kemih. Kelenjar ini adalah bagian dari sistem reproduksi pria dan letaknya mengelilingi saluran yang mengantarkan urin dari kandung kemih ke ujung penis.

Prostat berfungsi menghasilkan sebagian besar air mani yang keluar saat laki-laki mengalami ejakulasi. Prostatititis ini salah satu radang di kelenjar prostat dan perlu diketahui hubungannya dengan naik sepeda

Baca juga : Serba-serbi prostat

Apa itu prostatitis?

Prostatitis adalah perdangan pada kelenjar prostat. Prostatitis dapat terjadi dan dialami oleh semua pria. Umumnya prostatitis di derita oleh pria dengan usia di bawah 50 tahun. Untuk usia di atas 50 tahun, biasanya keluhan disebabkan oleh pembesaran prostat jinak.

Peradangan pada kelenjar prostat menyebabkan prostat menjadi membengkak. Prostatitis biasanya secara umum muncul perlahan-lahan.

Peradangan pada prostat dapat terjadi akibat adanya kuman yang masuk ke dalam prostat akibat infeksi saluran kemih, tetapi mayoritas terjadi akibat proses lain tanpa adanya kuman seperti adanya trauma yang berulang di daerah prostat. Atau adanya tekanan berlebih akibat naik sepeda juga menyebabkan prostatits

Apa saja gejala prostatitis?

Gejala prostatitis sangat beragam, meliputi

  • Nyeri atau panas saat kencing
  • Kencing menjadi sulit, terkadang kencing menjadi menetes dan tak lampias
  • Kencing menjadi sering, terutama di malam hari
  • Tak bisa menahan keinginan jika ada perasasan ingin kencing (perasaan tak dapat menunda kencing)
  • Kencing menjadi keruh
  • Terdapat darah di urin
  • Nyeri di perut, lipat paha bagian dalam, atau punggung bagian bawah
  • Adanya nyeri di aera skrotum dan dekat dengan anus, termasuk area perineum (area perineum yaitu area diantara anus dan skrotum)
  • Nyeri atau rasa tak nyaman di penis atau testis
  • Terdapat rasa sakit saat ejakulasi
  • Gejala seperti demam dan flu pada infeksi yang sangat berat

Coba isi skor berikut untuk memastikan Anda tidak terkena prostatitis : Kuesioner prostatitis kronik

Prostatitis dan sepeda terlalu lama

Banyak aktifitas yang menyebabkan tekanan pada area panggul dan area prostat sehingga berujung pada prostatitis.

Aktifitas berat seperti gym dengan beban yang sangat berat, jogging yang sangat jauh, mengendarai kuda, atau aktifitas yang membuat getaran di area prostat seperti mengendarai motor atau truk yang getaran nya kencang juga dapat mengiritasi prostat dan mengarahkan gejala ke prostatitis.

Secara umum, bersepeda merupakan aktifitas yang sangat baik. Dengan gerakan yang benar, aktifitas bersepeda memiliki efek aerobik yang baik tetapi tidak membuat tekanan berlebih pada sendi-sendi.

Beberapa penelitian mengatakan bahwa terdapat masalah pada area kelamin dan area pelvis pada laki-laki yang menghabiskan waktunya di atas sepeda.

Suatu penelitian yang dengan partisipan hingga hampir 4.000 partisipan bahwa tak ada perbedaan sama sekali untuk gejala-gejala berkemih antara orang yang hobi berenang/ jogging dibandingkan dengan laki-laki yang hobi naik sepeda. Akan tetapi, ada juga penelitian lain mengatakan bahwa para pesepeda mengalami masalah gejala diarea genital seperti baal di area penis (50-91% pengendara sepeda), dan masalah-masalah disfungsi ereksi.

Jika Anda sedang mengalami prostatitis, kegiatan bersepeda malah akan memperberat gejala Anda, khususnya jika Anda tidak menggunakan pakaian yang tepat dan sadel sepeda yang sesuai dengan ukuran Anda.

Tekanan berlebih saat Anda duduk di sadel membuat iritasi di area prostat. Sangat penting untuk membeli sadel yang tepat agar tekanan ke area selangkangan Anda tidak berlebih. Saat ini sudah banyak di jual sadel sepeda dengan gel atau padding yang banyak. Anda perlu trial and error untuk mencari jenis sadel sepeda terbaik yang membuat kenyamanan Anda saat berkendara meningkat.

Tempat duduk sepeda yang baik akan membuat aliran darah ke penis dan ke area selangkangan lancar sehingga mencegah baal dan mencegah iritasi area prostat.

Mengganti posisi saat Anda berkendara juga membantu mengurangi dampak negatif bersepeda ini. Duduk dalam kondisi lebih ke atas dikatakan lebih prostate friendly. Anda perlu trial and error mulai dari bentuk sadel yang pas buat Anda, posisi ketinggian sadel yang paling nyaman untuk Anda, dan posisi berkendara yang perlu diganti akan membuat Anda lebih nyaman.

Baca juga : gejala prostatitis

Cara dokter diagnosis prostatitis

Prostatitis didiagnosis dengan cara oleh dokter urologi

  • Dokter akan menanyakan Anda indeks kuesioner prostatitis. Jika skornya tinggi maka mengarah ke prostatitis.
  • Dokter urologi juga akan mencari faktor resiko nya, apakah ada kebiasaan naik sepeda lama atau tidak. Atau ada aktifitas lain yang menyebabkan iritasi pada prostat
  • Pemeriksaan fisik yang mengarah ke prostatitis antara lain adalah nyeri saat dilakukan pemeriksaan colok dubur. Dokter akan memasukkan jari ke anus Anda dan meraba prostat Anda. Jika nyeri, artinya prostat Anda sedang radang
  • Pemeriksaan laboratorium lain seperti pemeriksaan urin, Prostate Specific Antigen (PSA)

Pengobatan prostatitis

Anda harus sabar untuk mengobati prostatitis ini. Tidak jarang karena tidak ada perbaikan setelah berobat maka pasien akan belanja Dokter.

Ganti-ganti dokter termasuk ganti dokter urologi berkali-kali dan terus menerus sering saya dapat, padahal memang pengobatannya bisa berbulan-bulan dan butuh kesabaran

Pengobatannya meliput

  • Menghindari faktor resiko yang menyebabkan prostatitis. Jika Anda mengalami prostatitis akibat naik sepeda maka perlu ada penyesuaian bentuk sadel dan posisi berepeda agar gejala tak kambuh
  • Pengobatan dengan obat-obatan anti radang agar prostatitis nya tak kambuh
  • Antibiotik juga dapat membantu
  • Jika didapatkan gejala prostatitis berat, dokter juga dapat melakukan masase prostat secara rutin

Baca juga : pengobatan prostatitis dengan gelombang kejut

Konsultasikan ke Dokter Urologi jika Anda mengalami gejala prostatitis