Sering buang air kecil — Sering buang air kecil atau yang biasa dalam istilah bahasa Indonesia disebut beser terkadang membuat stres bahkan frustasi bagi sebagian orang. Banyak yang menjadi cemas karena keluhan ini dan bahkan menganggu produktifitasi kerja sehari-hari. Di bawah ini ada 6 penyebab sering buang air kecil mulai dari yang paling sering hingga paling jarang terjadi

6 penyebab sering kencing

1. Infeksi saluran kemih menyebabkan sering buang air kecil

Infeksi saluran kemih diakibatkan oleh masuknya kuman kedalam kandung kencing. Kandung kemih merupakan organ yang berada di dalam panggul manusia dan berfungsi sebagai penampungan urin sebelum urin dikeluarkan ke dunia luar. Infeksi saluran kemih yang paling sering diderita adalah sistitis (infeksi kandung kemih).

Wanita jauh lebih sering terkena infeksi kandung kemih karena lubang uretranya yang sangat pendek dibandingkan pria. Jika seseorang terkena infeksi saluran kemih, gejala sering kencingnya biasanya disertai dengan gejala lain seperti kencing berdarah, kencing sakit, dan bau yang tidak enak pada urin. Selain itu, sering kencing biasanya terjadi karena perasaan tidak lampias saat selesai kencing. Perasaanya masih ada sisa di kandung kencing yang belum keluar, padahal jika dikencingkan, urin yang keluar sangat sedikit

2. Kandung kemih terlalu aktif membuat sering buang air kecil

Penyakit ini memiliki nama dalam bahasa inggris yaitu overactive bladder. Secara harafiah artinya penyakit ini berarti “kandung kencing terlalu aktif”. Pada kondisi normal, kandung kencing mestinya berada dalam keadaan relaks. Tetapi bagi sebagian orang, kandung kencingnya aktif berkontraksi meskipun dalam keadaan tidak ingin kencing. Hal inilah yang membuat pasien merasa kebelet terus dan sering buang air kecil.

Biasanya penyakit ini diakibatkan oleh kebiasaan makan-makanan pedas. Selain itu, dengan meminum minuman yang tinggi kafein bisa merangsang kontraksi kandung kencing secara berlebih. Kafein juga memiliki efek merangsang produksi air kencing berlebih sehingga Anda akan sering untuk kencing.

Untuk mendiagnosis gangguan kandung kemih yang terlalu aktif, biasanya dokter akan memeriksakan urin Anda. Urin yang tak ada kuman, tetapi memiliki gejala sering kencing sudah cukup untuk mendiagnosis penyakit ini. Selain itu, Dokter Urologi juga akan meminta Anda membuat catatan berkemih harian (bladder diary). Ini berguna untuk menganalisa apa saja minuman pencetus keaktifan kandung kencing Anda

3. Pembesaran prostat menyebabkan sering kencing untuk laki-laki tua

Prostat adalah kelenjar yang berbentuk seperti biji kenari dan hanya terdapat di pria. Prostat terletak tepat di bawah pintu keluar dari kandung kencing. Pada pria di atas usia 50 tahun, prostat biasanya akan membesar dan menyebabkan sumbatan pada aliran kencing.

Baca tulisan berikut untuk mengetahui lebih jelas tentang prostat : Serba-serbi prostat

Kencing yang tersumbat akibat pembesaran prostat menyebabkan gejala di kandung kencing terutama sering kencing. Gejala penyerta penyakit pembesaran prostat selain sering kencing adalah perlu mengedan kuat saat memulai kencing, perasaan tidak lampias saat kencing, dan aliran kencing yang terasa terputus-putus

4. Batu di kandung kencing membuat sering kencing

Batu di kandung kencing membuat aliran urin tak lancar. Selain itu, batu juga dapat meng-iritasi kandung kencing sehingga perasaan ingin kencing selalu ada. Ciri khas dari penyakit batu di kandung kencing adalah pancaran urin yang kadang-kadang berhenti sendiri. Lalu beberapa saat setelah menunggu pancaran kencing lancar kembali. Selain itu, batu di kandung kencing biasanya menyebabkan nyeri saat kencing, terutama di akhir fase kencing.

Batu dikandung kencing biasanya diterapi tergantung ukuran batu. Jika kuran dari 5 mm diharapkan batu dapat keluar sendiri dengan obat-obatan dan banyak minum. Akan tetapi untuk batu yang lebih besar ukurannya tentu diperlukan tindakan peneropongan hingga tindakan operasi

Baca juga : terapi teropong untuk batu kandung kemih

Sering buang air kecil akibat batu buli
Batu kandung kencing dan batu ureter menyebabkan sering kencing

5. Batu saluran ureter

Ureter adalah tabung kecil berukuran 15 – 20 cm dengan diameter 5-7 mm yang berfungsi mengantarkan urin dari ginjal ke kandung kemih. Adanya batu terutama di ureter yang dekat ke kandung kemih membuat iritasi kandung kemih dan berujung pada gejala sering kencing. Gejala penyerta yang membantu untuk menilai ada tidaknya batu di saluran ureter adalah gejala nyeri pinggang. Nyeri pinggang diakibatkan karena tersumbatnya aliran kencing dari ginjal sehingga ginjal menjadi bengkak.

Baca tulisan mengenai pembengkakan ginjal : GInjal bengkak, kenali penyebabnya

6. Tumor kandung kencing menyebabkan sering kencing dan kencing berdarah

Tumor kandung kencing adalah tumor tersering nomor 6 di dunia. Tumor kandung kencing yang tahap awal menyebabkan sering kencing. Faktor resiko seseorang terkena tumor kandung kencing adalah merokok. Selain itu, tumor kandung kencing biasanya di derita lebih sering oleh orang tua.

Selain sering kencing, gejala khas tumor kandung kencing adalah kencing berdarah yang tidak disertai dengan nyeri. Gejala kencing berdarah biasnya hilang meskipun tak diobat tetapi beberap minggu atau bulan kemudian dapat muncul kembali. Perlu penanganan segera dari Dokter Urologi untuk mengobati tumor kandung kemih agar dapat diterapi di stadium awal

6 penyakit tersering yang membuat kencing sering telah diuraikan di atas. Diharapkan segera mengkonsultasikan masalah kesehatan Anda jika menemui gejala sering kencing agar dapat segera diobati. Dokter Urologi Bekasi dan Dokter Urologi Jakarta dapat membantu Anda menangani masalah kesehatan Anda di bidang urologi