Tidak ada usia pasti yang mengharuskan anak mulai mempelajari cara untuk pergi ke toilet. Toilet training untuk anak bisa diajarkan selama anak memang merasa sudah siap untuk melakukannya. Beberapa anak mulai mengetahui konsep toilet training sejak usia 20 bulan,.

Namun, ada juga orang tua yang tidak memulai toilet training sampai anak usia 2 tahun. Semua pelatihan ini berbeda-beda tergantung pada kesiapan anak dan juga orang tua yang ingin melatihnya. Tentu saja dalam melatih toilet training ini dibutuhkan yang namanya sebuah kesabaran ekstra.

toilet training anak
Ajarkan anak cara menggunakan toilet adalah cara awal melatih anak untuk ke toilet

Kiat Khusus Toilet Training Untuk Anak

Mulailah pelatihan toilet hanya ketika anak Anda mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapan. Beberapa tanda kesiapan anak bisa jadi ketika ia tertarik ketika untuk selalu ikut ke toilet, mengajukan pertanyaan atau meniru cara buang air besar atau buang air kecil orang tuanya.

Bentuk kesiapan anak juga bisa dilihat ketika ia tidak menolak untuk belajar menggunakan toilet jika diajak masuk ke kamar mandi. Berikut adalah beberapa kiat untuk melakukan toilet training, baik untuk anak berusia 18 bulan hingga anak 3 tahun :

Buat Jadwal Rutinitas ke Toilet

Cobalah untuk mengajak sang anak ke toilet pada waktu di mana ia biasanya buang air kecil atau buang air besar seperti setelah waktu makan, sebelum mandi dan sebelum tidur.

 Membuat jadwal toilet training membantu anak terbiasa dengan gagasan pergi ke toilet dan menerimanya sebagai bagian dari rutinitasnya.

Cobalah untuk memberi semangat dan gunakan bahasa positif untuk mengungkapkan betapa bangganya Anda terhadap apa yang telah ia coba.

Ajari Bagaimana Cara Menggunakan Toilet

Anak-anak belajar dengan meniru. Tunjukkan dan jelaskan apa yang Anda lakukan saat ke toilet. Ajarkan bagaimana mereka harus menurunkan celana, menyiram dan mencuci tangannya.

Jika Anda memiliki anak laki-laki, maka akan lebih mudah bagi ia untuk membiasakan diri ke toilet dengan berlatih duduk terlebih dahulu.

Untuk anak perempuan ajari ia untuk menyeka dari depan ke belakang untuk meminimalkan risiko infeksi saluran kemih.

Ajarkan Anak Menyampaikan Keinginannya untuk Buang Air

Ajarkan kepada anak untuk menyampaikan apa yang ia rasakan dan apa yang perlu ia lakukan. Sampaikan apa itu “pipis” dan apa itu “pup”. Ajarkan anak untuk menyampaikan dua kata itu ketika ia merasa hendak buang air besar.

Dengan menanamkan rasa ingin buang air besar di benak anak, maka pada saatnya ia akan belajar untuk menyampaikan keinginannya buang air tanpa harus Anda tanya. Memberi istilah pada apa yang bayi lakukan membuat keterampilan perkembangannya menjadi lebih mudah.

Hindari kata-kata yang menyiratkan rasa malu seperti “bau,” atau “Apakah kamu pup di celana dan mengotori popok?”

Gunakan istilah yang membuat Anda nyaman dan anak dapat mengatakan serta memahami istilah “Buang air kecil” dan “buang air besar”.

Katakan pada anak bahwa urine adalah cairan kotor yang perlu dikeluarkan dan dibersihkan oleh anak. Kapanpun ia merasa ingin buang air, mintalah sang anak untuk segera pergi ke toilet.

Gunakan Celana yang Mudah Dilepas

Pada masa toilet training untuk anak, ada baiknya jika Anda memakaikan anak celana yang mudah dilepas sehingga memberi ia kebebasan. Celana yang membuatnya mudah buang air besar memungkinkan anak untuk menguasai teknik toilet training yang diajarkan.

Jika anak harus kesulitan untuk melepaskan pakaian dalam perjalanannya ke toilet, kemungkinan besar ia akan mengompol sebelum sampai di kamar mandi.

Sabar  dan Jangan Menghukum Anak

Toilet training memang hal yang cukup sulit bagi orang tua dan dibutuhkan kesabaran yang ekstra. Apalagi mengajarkan toilet training untuk anak berkebutuhan khusus.

Apabila Anda merasakan anak sulit sekali untuk diajari dan selalu mengalami kemunduran di setiap harinya setelah melakukan latihan panjang, maka Anda tidak boleh.. Jangan marah, merasa kalah, apalagi sampai menghukum anak

Anak TK, anak usia 18 bulan atau anak usia 2 tahun yangbaru diajarkan tentang toilet training membutuhkan proses. Anak baru saja belajar memegang kandung kemih dan ia masih belajar mengapa penting untuk pergi ke toilet.

Toilet training memang sangat bagus untuk mengatasi ngompol malam hari pada anak (nokturnal enuresis).

Enuresis sendiri merupakan istilah mengompol dalam psikologi. Namun yang namanya belajar, semuanya tentu membutuhkan waktu, terlebih pada anak.  

Jika anak Anda tampak siap dan tidak lagi tertarik atau menunjukkan tanda-tanda kesusahan dan kecemasan, beri ia  istirahat selama beberapa minggu dan kemudian coba lagi.

Anda akan memiliki waktu yang lebih mudah dan kemungkinan berhasil makin tinggi jika Anda mau menunggu sampai ia siap. Asalkan Anda mau terus melakukan sounding, maka yakinlah bahwa toilet training untuk anak pasti akan berhasil.

Selalu sabar dan lakukan semaksimal mungkin dalam mengajarkan toilet training untuk anak-anak agar ia bisa belajar mengontrol kandung kemih dengan sebaik mungkin.