Transurethral resection of the prostate (TURP) untuk pembesaran prostat — TURP merupakan tindakan bedah yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan terkait buang air kecil atau berkemih yang disebabkan oleh pembesaran pada prostat.

Penyakit pembesaran prostat (benign prostatic hyperplasia, BPH) adalah salah satu penyakit tersering yang membuat pasien datang dan bertemu dengan dokter urologi. Hal ini tidak mengherankan, karena seiring dengan bertambahnya usia pria, resiko terjadi pembesaran prostat tentu semakin tinggi.

Operasi TURP untuk pembesaran prostat
Dokter Urologi melihat dari layar dan melakukan operasi TURP untuk mengatasi pembesaran prostat

Mengenal apa itu prostat, dan mengapa bisa membesar

Prostat merupakan kelenjar kecil yang terletak di antara kandung kemih dan penis dan mengelilingi uretra atau saluran kencing. Karena itulah, pembesaran pada prostat dapat menekan kandung kemih dan uretra sehingga menyebabkan gangguan ketika berkemih.

Perlu diingat bahwa pembesaran prostat atau BPH bukanlah kanker dan wajar terjadi seiring dengan penuaan. Tujuan dari tindakan TURP adalah menghilangkan bagian prostat yang menyebabkan timbulnya gangguan berkemih. TURP tidak membuat luka atau sayatan pada perut bagian bawah, melainkan langsung melalui saluran kencing sehingga tindakan TURP termasuk dalam tindakan yang invasif minimal.

Posisi prostat
Prostat merupakan kelenjar penghasil mani terletak tepat di bawah kandung kemih

Indikasi tindakan operasi TURP untuk pembesaran prostat

Operasi TURP umumnya dilakukan pada pembesaran prostat yang tidak memberikan respons baik terhadap terapi obat-obatan.

Adapun gejala-gejala gangguan berkemih yang diharapkan membaik setelah tindakan TURP, yaitu:

  • Frekuensi dan kebutuhan mendesak untuk berkemih
  • Kesulitan dalam berkemih
  • Durasi yang lama ketika berkemih
  • Frekuensi berkemih yang meningkat pada malam hari
  • Proses berkemih yang terputus-putus dan aliran urin yang tidak lancar
  • Perasaan tidak tuntas dalam berkemih
  • Infeksi saluran kemih

Selain itu, operasi TURP juga dilakukan untuk mencegah atau mengobati komplikasi akibat aliran urin yang tidak lancar akibat pembesaran prostat, seperti:

  • Infeksi saluran kemih berulang
  • Kerusakan pada ginjal atau saluran kemih
  • Tidak dapat mengontrol perkemihan atau sama sekali tidak dapat berkemih
  • Batu ginjal
  • Perdarahan pada urin

Persiapan sebelum menjalani operasi TURP untuk mengatasi pembesaran prostat

Beberapa minggu sebelum TURP dilakukan, Anda akan diminta melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan kesiapan tubuh Anda dalam menjalani TURP.

Pemeriksaan yang dilakukan, antara lain menanyakan riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik lengkap, pemeriksaan darah, dan rekam jantung (EKG). Dokter juga akan mengobati dan mengontrol kondisi diabetes, tekanan darah tinggi, permasalahan jantung dan paru, serta kondisi lainnya. Jika anda perokok, dokter akan meminta Anda untuk berhenti.

Katakan pada dokter Anda mengenai obat-obatan, suplemen, atau produk herbal yang sedang Anda konsumsi karena terdapat beberapa obat yang perlu dihentikan beberapa minggu sebelum operasi, terutama obat-obatan yang dapat mengencerkan darah seperti aspirin, ibuprofen, warfarin, dan vitamin E.

Dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih dan obat-obatan lainnya.

Sekitar enam jam sebelum TURP dilakukan, hindari makan, minum, dan merokok untuk mempersiapkan anestesi. Konsumsi obat yang diberikan sesuai instruksi dengan sedikit air. Tak kalah penting, usahakan tiba di rumah sakit sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Prosedur operasi TURP, pengerokan pembesaran prostat

Sebelum melakukan tindakan TURP, Anda akan diberikan bius total atau bius setengah badan, tergantung aturan di rumah sakit Anda. Setelah itu, dokter akan memasukkan sebuah alat bernama resektoskop, yaitu sebuah selang logam yang di dalamnya terdapat cahaya, kamera, dan lengkungan kabel, ke dalam saluran kemih Anda melalui lubang penis.

Gambar skematik operasi TURP
Alat bernama resektoskop dimasukkan ke dalam penis untuk mengerok prostat yang membesar

Dengan bantuan cahaya dan kamera, dokter akan mengarahkan resektoskop ke prostat. Selanjutnya, digunakan arus listrik untuk memanaskan kabel yang kemudian digunakan untuk memotong bagian dari prostat.

TURP untuk pembesaran prostat
Operasi TURP dapat dilihat melalui layar

Setelah prosedur dilakukan, kateter akan dimasukkan untuk membilas uretra menggunakan cairan steril untuk mencegah gumpalan darah, membersihkan sisa-sisa prostat, dan untuk mengeluarkan urin. Kateter akan digunakan selama 1-3 hari sampai uretra sembuh dan Anda dapat berkemih seperti biasa.

Simak video tampilan TURP yang dokter urologi biasanya lihat di layar

Tampilan skematik apa yang dokter urologi kerjakan dalam prosedur TURP

Setelah operasi TURP untuk pembesaran prostat, apa yang anda perlu lakukan?

Operasi berjalan selama kurang lebih satu jam. Setelah tindakan selesai, Anda akan dipindahkan ke ruang perawatan untuk proses pemulihan.

Anda akan dirawat di ruang pemulihan selama 1 sampai 3 hari. Selama di rumah sakit, Anda akan diberikan asupan cairan melalui infus sampai pengaruh anestesi hilang dan Anda dapat makan dan minum. Kateter akan terus digunakan untuk berkemih selama 24-48 jam setelah pembengkakan berkurang.

Ketika menjalani perawatan, urin Anda mungkin berdarah atau merasakan proses berkemih yang nyeri. Hal ini merupakan hal yang wajar. Rasa nyeri ketika buang air kecil akan membaik dalam waktu 6-8 minggu.

Setelah Anda pulang ke rumah, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan sesuai untuk mempercepat proses penyembuhan, yaitu:

  • Minum banyak air
  • Mengonsumsi makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasi
  • Jangan mengedan jika mau BAB, mengedan kuat membuat kencing jadi merah
  • Jika Anda merasa nyeri, konsumsi obat-obatan yang dianjurkan dokter
  • Tunda berhubungan seksual selama 1 bulan
  • Anda diperbolehkan mengkonsumsi obat pengencer darah apabila telah diizinkan oleh dokter
  • Hindari mengangkat barang yang terlalu berat selama beberapa minggu untuk mencegah perdarahan
  • Hindari mengemudi sebelum kateter dilepas dan Anda tidak lagi menggunakan obat pereda nyeri

Anda sebaiknya segera menghubungi dokter apabila mengalami hal-hal di bawah ini:

  • Demam tinggi ( di atas 38 derajat celsius)
  • Rasa sakit yang berat ketika berkemih
  • Ketidakmampuan untuk berkemih
  • Terjadi perdarahan berat, tak kunjung membaik, dan menggumpal
  • Urin tak kunjung jernih setelah mengonsumsi banyak air dan beristirahat selama 24 jam

Efek samping dan komplikasi operasi TURP untuk pembesaran prostat

TURP merupakan tindakan yang relatif aman dengan risiko komplikasi serius yang rendah. Akan tetapi, sebagaimana tindakan bedah pada umumnya, TURP dapat menimbulkan komplikasi, di antaranya:

Kesulitan berkemih sementara

Hal ini dialami beberapa hari setelah tindakan dilakukan. Dalam periode ini, Anda akan menggunakan kateter

Infeksi saluran kemih

Infeksi merupakan komplikasi yang dapat timbul pada semua tindakan prostat. Kateter dapat memperperpanjang durasi infeksi saluran kemih.

Orgasme kering

Tindakan bedah pada prostat dapat menyebabkan ejakulasi terjadi ke arah dalam, yaitu pada kantung kemih. Orgasme kering tidak berbahaya dan umumnya tidak mengganggu kenikmatan seksual, namun dapat memengaruhi kemampuan memiliki keturunan.

Disfungsi ereksi

Impotensi bisa terjadi pasca operasi TURP. Kira-kira 15% pasien akan mengalami impotensi tetapi akan membaik setelah 1 tahun pasca operasi

Perdarahan berat

Beberapa orang membutuhkan transfusi setelah tindakan bedah prostat. Perdarahan berat lebih berisiko pada ukuran prostat yang lebih besar

Kesulitan dalam menahan kencing

Ini adalah gejala yang paling umum dijumpai, bahkan mencapai 50% pasien. Awal-awan Anda akan merasa sangat sulit menunda kencing bahkan bisa mengompol. Saat Anda batuk atau jalan bisa saja keluar tetesan kencing yang tak disadari.

Keluhan ini akan hilang dengan sendirinya setelah 3 bulan pasca operasi. Latihan senam kegel untuk mempercepat kembalinya fungsi katup kencing.

Baca juga : latihan senam kegel untuk pria

Post-TURP syndrome

Post-TURP syndrome terjadi akibat tubuh menyerap cairan yang digunakan untuk membersihkan area sekitar tindakan bedah. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada elektrolit, cairan, dan volume darah.

Post-TURP syndrome jarang terjadi, namun dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani segera. Adapun gejala awal post-TURP syndrome meliputi mual, pusing, gelisah, nyeri pada perut, dan rasa sesak, sedangkan gejala berat meliputi bingung, kesulitan bernapas, pandangan kabur, kejang, bahkan koma.

Diperlukannya tindakan TURP kembali

Tindakan TURP perlu dilakukan kembali apabila gejala tidak membaik atau tindakan TURP yang menyebabkan penyempitan pada uretra atau leher kandung kemih.

Biaya operasi TURP untuk pembesaran prostat

Pada daerah dan rumah sakit yang berbeda, biaya untuk tindakan TURP berbeda pula. Di Jakarta, biaya TURP berada pada kisaran antara 10-30 juta rupiah. Untuk informasi lebih lanjut, silakan melakukan pengecekan pada website atau menghubungi rumah sakit yang dituju.

Tindakan Alternatif dari TURP

TURP memang tindakan paling efektif untuk mengatasi pembesaran prostat. Akan tetapi, terdapat beberapa tindakan alternatif yang lebih tidak invasif dibandingkan TURP sehingga komplikasi rendah dan penyembuhan lebih cepat, namun tetap efektif, yaitu:

Holmium laser enucleation of the prostate (HoLEP)

HoLEP dilakukan dengan menggunakan laser yang ditempelkan pada resektoskop untuk memperkecil prostat

Vaporisasi prostat dengan laser

Menggunakan alat berupa tabung kecil bernama sistoskopi yang dimasukkan ke dalam uretra. Terdapat laser pada sistoskopi yang akan membakar jaringan prostat.

Implan prostatic urethral lift (PUL)

Akan dimasukkan implan ke dalam uretra agar prostat yang membesar tidak menghalangi uretra.

Daftar Pustaka