Pendaftaran PPDS dan Ujian PPDS Urologi UI — Menjadi spesialis adalah dambaan hampir setiap dokter umum atau iming-iming koas saat menjalani stase di rumah sakit. Berbagai macam alasan dokter umum ingin menjadi dokter spesialis.

Saya sendiri, ingin menjadi dokter spesialis karena dua alasan utama. Saya pribadi ingin memiliki kekhususan di bidang ilmu tertentu. Memiliki ilmu yang lebih dalam artinya saya bisa memiliki pengetahuan yang jauh lebih bermanfaat bagi orang lain.

Alasan ke dua cukup pragmatis yaitu alasan keuangan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa penghasilan dokter spesialis jauh lebih tinggi dibandingkan dokter umum. Kebetulan, saya adalah seorang dokter spesialis urologi. Sehingga tips-tips berikut mungkin hanya berlaku bagi kalian yang ingin masuk ke spesialis urologi khususnya Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Urologi UI

ujian PPDS Urologi
Lulus ujian PPDS Urologi

Mantapkan diri Anda, PPDS Urologi adalah pilihan spesialis terbaik yang ingin anda gapai

Semua berawal dari mindset. Mindset perlu Anda bentuk bahwa PPDS urologi adalah tujuan utama yang ingin Anda capai. Mulailah melihat kasus-kasus urologi yang Anda temui di praktek sehari-hari Anda.

Mulai juga amati keseharian dokter-dokter spesialis urologi di tempat Anda bekerja. Apa kasus-kasus utama yang dokter tersebut tangani, bagaimana keseharian dokter urologi tersebut. Semakin anda mengenali dan menggali lebih dalam kehidupan seorang urolog, semakin Anda akan yakin bahwa PPDS urologi adalah pilihan yang tepat.

Saya sendiri, saat masih dokter umum dan internship, mulai menyenangi mendapati pasien-pasien yang tidak bisa kencing dan akhirnya berhasil saya pasang kateter. Ada juga yang gagal saya pasang kateter akhirnya saya lakukan pungsi supra-pubik. Mendapati pasien-pasien kolik di IGD membuat saya bersemangat, meskipun ujung-ujungnya sebagai dokter umum hanya bisa memberi anti-nyeri dan menunggu advis dari dokter urologi tempat saya bekerja.

Semakin Anda sering mendalami, mengamati, dan coba memecahkan masalah-masalah urologi yang Anda temui di praktek sehari-hari, semakin Anda akan memiliki mindset bahwa Anda ingin menjadi PPDS Urologi

Ujian masuk PPDS urologi sebenarnya mulai dari awal Anda stase bedah

Pendidikan dokter spesialis urologi, utamanya di tempat saya saat sekolah yakni di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, memberi poin lebih jika nilai bedah Anda tinggi. Artinya apa? Artinya saat Anda koas dan akan ujian stase bedah, Anda harus memiliki nilai tertinggi, kalau bisa mendapatkan A.

Nilai saat koas tidak bisa diubah setelah Anda lulus menjadi dokter umum. Beruntunglah bagi adik-adik koas yang sudah memantapkan dirinya ingin menjadi dokter spesialis urologi dan belajar dengan benar saat ujian stase bedah. Selain itu, pendidikan stase bedah adalah satu-satunya masa Anda dapat dibimbing langsung oleh dokter spesialis urologi.

Kadang-kadang, dengan kurikulum baru, koas hanya mendapatkan stase urologi selama 1 minggu. Artinya, selama 1 minggu dalam 5-6 tahun pendidikan Anda, ini adalah waktu  yang sangat singkat untuk berdiskusi, melakukan tindakan-tindakan urologi, melihat operasi-operasi urologi secara langsung. Manfaatkan waktu singkat ini untuk belajar agar saat Anda membaca text book urologi saat ingin tes nanti, Anda ada bayangan harus belajar ke arah mana.

Belajarlah teknik menjahit luka dan melakukan tindakan sirkumsisi yang baik saat Anda stase bedah. Salah satu post wawancara saat saya ujian ppds urologi tahun 2015 adalah menjahit luka simple interupted sambil diwawancarai oleh salah satu dokter urologi.

Anda bisa bayangkan, Anda harus membagi dua pikiran Anda sekaligus yaitu menjahit luka dan menjawab pertanyaan-pertanyaan wawancara. Berlatihlan menjahit luka baik di pasien langsung ataupun di manekin jauh-jauh hari sebelum Anda ujian wawancara PPDS

Bahasa Inggris memiliki poin penting untuk lulus ujian masuk PPDS urologi

Salah satu poin yang cukup berpengaruh dalam kelulusan calon PPDS urologi adalah kemampuan bahasa inggris-nya. Nanti, Anda akan diwajibkan mengumpulkan sertifikat TOEFL Anda.

Tidak ada yang tahu berapa batasan TOEFL yang dianggap baik dan masuk kriteria PPDS urologi. Tetapi, kabar-kabar tak resmi mengatakan jika TOEFL Anda di atas 600 akan menjadi poin tambahan saat test nanti. Tidak heran Anda perlu memiliki TOEFL yang tinggi sebelum masuk menjadi ppds urologi.

Keseharian saat Anda pendidikan nanti sering sekali berdiskusi dengan pengantar bahasa Inggris. Belum lagi keharusan menulis artikel ilmiah dan dipublikasikan ke jurnal internasional saat Anda menempuh pendidikan.

Text book dan jurnal yang menjadi referensi urologi saat ini semuanya dalam bahasa Inggris. Semuanya akan terasa berat jika Anda tidak memiliki bahasa Inggris yang bagus. Saya teringat bagaiamana saya mengulang test TOEFL 5-6x sebelum berani mendaftarkan diri sebagai calon ppds urologi karena saya mengincar TOEFL 600 agar poin saya maksimal.

Selain kemampuan berbahasa Inggris di atas kertas (dalam hal ini nilai TOEFL), Anda akan dites membaca jurnal bahasa Inggris secara langsung. Anda disiapkan 1 artikel dan dalam waktu 2-3 menit disuruh membaca jurnal bahasa Inggris tersebut lalu diminta menceritakan ulang dengan bahasa Indonesia.

Jadi, jauh-jauh hari sebelum Anda test, biasakan untuk sering membaca jurnal berbahasa Inggris dan coba secara cepat diartikan dalam bahasa Indonesia

Tes psikologi dan MMPI

Tes psikologi dan MMPI adalah salah satu rangkain tes PPDS urologi UI. Dari tes ini, Anda akan dinilai apakah cocok untuk menjadi PPDS urologi atau tidak. Biasanya tesnya kolektif dengan calon PPDS dari departemen lain.

Saya sendiri tidak tahu kriteria apa yang dinilai dalam ujian ini. Akan tetapi, sering sekali mendengar ada yang tidak lulus PPDS urologi karena tidak cocok dari segi psikologis untuk menjadi ppds urologi.

Salah satu yang saya lakukan untuk mempersiapkan tes psikologi dan MMPI ini adalah melakukan tes di psikolog yang banyak tersedia di internet. Di situ, Anda akan mengetahui gambaran tes ujian psiklog dan ada wawancara dengan psikolog juga sehingga Anda akan dinilai apakah memiliki karakter yang sesuai dengan ppds urologi.

Biasanya, karakter yang dinilai adalah apakah anda termasuk orang yang tekun, disiplin, pekerja keras, dan bisa bekerja sama dalam tim sebagai pra-sarat Anda diterima di PPDS urologi.

Tes kesehatan dan tes mata yang biasanya menjadi momok

Tes kesehatan biasanya sederhana dan tak terlalu perlu persiapan khusus. Akan tetapi, ada saja yang tidak lulus PPDS karena gagal di tes kesehatan khususnya tes mata.

Salah satu yang penting dalam tes kesehatan adalah tes buta warna dan tes penglihatan stereoskopi (penglihatan 3 dimensi). Tes buta warna biasanya sama dengan tes buta warna saat anda medical check-up atau ingin mengambil surat izin mengemudi.

Untuk tes stereoskopi, biasanya ada gambar-gambar di buku dan Anda diminta menebak gambar 3 dimensi apa yang muncul. Selain itu, tes stereoskopi di UI menggunakan alat seperti mikroskop dan anda akan diminta mengurutkan benda-benda dari depan ke belakang.

Sedikit tips saat menjalani tes stereoskopi, pastikan kaca mata Anda ukurannya benar dan visus 6/6 (terkoreksi maksimal) karena anda akan gagal pada tes ini jika kaca mata Anda salah ukuran. Selain itu, saya sering mendengar tes stereoskopi ini bisa dicoba sebelum ujian yaitu dengan datang ke rumah sakit khusus mata (yang saya tahu menyediakan test ini adalah RS Jakarta Eye Center Kedoya – Jakarta Barat)

Belajar ilmu urologi untuk ujian tulis

Salah satu rangkaian ujian masuk PPDS urologi adalah ujian tulis. Buku pegangan yang wajib Anda tamatkan dan kuasai adalah bank soal buku Campbell-Walsh Review Urology.

Pelajari dan hapalkan jawaban setiap soal dari buku tersebut dari edisi yang terbaru (saat tulisan ini terbit sudah memasuki edisi ke 12) dan satu atau dua edisi sebelumnya (artinya Anda juga wajib membaca edisi ke 10 dan ke 11).

Baca dan hapalkan bab-bab ilmu urologi yang masih relevan dan penting dengan kompetensi dokter umum. Adapun bab-bab yang biasanya proporsi nya cukup tinggi dalam ujian tulis adalah

  • Anatomi dan fisiologi ginjal dan saluran kemih
  • Anatomi dan fisiologi saluran reproduksi pria
  • Batu saluran kemih
  • Trauma ginjal, ureter dan buli
  • Infeksi saluran kemih
  • Andrologi dan kesehatan reproduksi pria
  • Ada beberapa soal tumor pada saluran kemih (tetapi proporsinya sedikit)

Terkadang, menghapal jawaban soal-soal akan menjadi tantangan tersendiri karena ilmu dokter umum masih dangkal.

Salah satu tips dari saya adalah baca buku Campbell nya juga agar mendapatkan ilmu yang cukup. Berhubung buku ini sangat tebal (kurang lebih 3000-4000 halaman) Anda cukup baca bagian yang sudah di-highlight dan ditebalkan oleh penerbit buku. Baca juga box-box yang merupakan kesimpulan tiap chapter dari buku tersebut. Hal ini akan mempersingkat kecepatan Anda belajar.

Selain membaca buku Campbell, salah satu yang penting di baca adalah buku panduan (guideline book) setiap penyakit yang dikeluarkan oleh Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) dan European Association of Urology (EAU). Kedua buku ini sebenarnya isinya mirip-mirip, tetapi buku panduan IAUI lebih ringkas dan lebih mudah dipahami.

Tips lainnya adalah Anda sebaiknya mengontak residen urologi semester 1 – 2. Tanyakan soal-soal yang keluar saat itu dan kira-kira soal di ambil dari referensi buku mana.

Jaman saya dulu ujian, 100% soal akan keluar dari Campbell Review. Tetapi, semakin hari ujian semakin susah dan terkadang ada soal-soal yang di bikin sendiri oleh panitia ujian.

Dengan berdiskusi dengan calon kakak kelas Anda di PPDS, akan memudahkan Anda fokus belajar ke bahan-bahan yang kira-kira akan keluar. Biasanya pola-pola soalnya tidak akan berubah jauh dari tahun ke tahun.

Tes wawancara adalah tes terakhir dan paling menentukan

Wawancara ujian PPDS Urologi UI biasanya  dibagi dalam 5-6 sesi OSCE dengan 1 posnya berisi dua orang pengawas (merupakan dokter urologi) dan waktu untuk 1 posnya selama 15 menit. Adapun pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul saat ujian wawancara adalah

  • Motivasi mengapa ingin menjadi PPDS urologi
  • Sumber pendanaan saat sekolah dan jumlah tanggungan saat ini (jumlah anak dan istri)
  • Rencana tempat bekerja setelah lulus, termasuk di sini akan di tanya dapat surat rekomendasi dari mana
  • Pengalaman paling menarik terkait urologi selama menjadi dokter umum
  • Latar belakang pendidikan S1 dari mana dan apa saja track record selama menjadi dokter umum yang berkaitan dengan urologi (apakah sudah pernah bikin penelitian tentang urologi, apakah sudah PTT dulu sebelum mendaftar, atau apakah sudah bekerja di RS sebelum mendaftar dan bekerja berapa lama)
  • Apa itu urologi dari sudut pandang Anda. Coba baca tentang pegertian urologi di salah satu section di blog sy (https://drandikauro.id/dokter-urologi/)
  • Pertanyaan tentang isu-isu urologi yang kontroversial (contoh operasi mengganti gender apakah boleh atau tidak)
  • Baca dan mengartikan jurnal
  • Pos untuk melakukan tindakan hecting dan menggambar anatomi ginjal

Persiapakan jawaban-jawaban Anda untuk beberapa pertanyaan di atas sebelum ujian wawancara agar Anda tidak kagok saat ujian.

Jawaban-jawaban lancar dan meyakinkan akan menjadi poin penting saat Anda wawancara.

Sekian tips dari saya. Jika ada yang Anda ingin tanyakan bisa kontak saya via komentar di bawah atau chat saya saja di pop-up whatsapp yang sering muncul jika Anda membuka situs ini

Menjadi dokter spesialis adalah keinginan hampir setiap dokter umum. Jadi persiapkanlah dengan baik